Bersama Petani, PEP DMF Kembangkan Potensi Jagung Lewat Sekolah Lapang Pertanian

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 17:45 WIB
PEP DMF gandeng Sircular Center Indonesia untuk hadirkan Sekolah Lapang Pertanian di Desa Kayowa. Fokus ke komoditas jagung, program ini jadi langkah nyata menuju ketahanan pangan berkelanjutan.
PEP DMF gandeng Sircular Center Indonesia untuk hadirkan Sekolah Lapang Pertanian di Desa Kayowa. Fokus ke komoditas jagung, program ini jadi langkah nyata menuju ketahanan pangan berkelanjutan.

Biosulfur ini berasal dari Biological Sulphur Recovery Unit (BSRU) yang merupakan unit pemrosesan natural gas dengan penggunaan bakteri Thiobacillus sp.

Baca Juga: Elnusa Hibahkan 100 Ban Bekas untuk Appostraps, Alat Mitigasi Abrasi Pantai di Padang

Tudang Sipulung adalah sebuah tradisi musyawarah masyarakat Bugis untuk mencapai kesepakatan bersama dalam menyelesaikan suatu masalah. Secara harfiah, Tudang Sipulung berarti "duduk berkumpul" dalam bahasa Bugis.

Field Manager Donggi Matindok Ridwan Kiay Demak mengatakan metode pembelajaran non-formal di bidang pertanian yang dilakukan di lapangan merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani terutama di wilayah ring satu.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani agar dapat mengelola usaha tani mereka secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Sukses Bongkar 13 Lokomotif Impor dari AS, Target 54 Unit Hingga Akhir 2025

"Implementasinya di Indonesia melibatkan berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tutur Ridwan.

Tenaga Pendamping SCI Muh Syair yang menjadi pengajar sekolah lapang mengatakan ini merupakan langkah awal yang dilakukan untuk peningkatan pengetahuan petani.

Memang diakui, tantangan yang dihadapi adalah komitmen petani untuk menyediakan waktu hadir karena jauhnya akses lokasi lahan.

Baca Juga: Pertamina Siapkan Puluhan Tim Medis untuk Jaga Keselamatan Peserta Eco RunFest 2025

“Petani bukan sekedar profesi tapi juga penyangga kehidupan. Melalui pendampingan ini, kita tidak hanya menabur ilmu tapi juga sebuah harapan untuk perubahan.

"Untuk itu, kami berkomitmen melanjutkan Sekolah Lapang baik di lokasi formal seperti di kantor desa ini ataupun harus mendekat ke lokasi lahan petani supaya semakin banyak petani yang dapat merasakan manfaat dari program ini,” ujarnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini