Upaya ini didukung dengan rehabilitasi habitat melalui penanaman pohon di kawasan Samboja Lestari seluas 8 hektar yang dimulai tahun 2024 dan akan berlanjut hingga 2027.
Baca Juga: Transaksi QRIS Antar Negara di Livin’ by Mandiri Melejit, Tembus Rp49,16 Miliar dalam Lima Bulan
Jenis pohon yang ditanam mencakup pohon endemik seperti Damar, Merembun, dan Balanggeran sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem hutan, serta pohon produktif seperti mangga dan pepaya yang menjadi sumber pangan alami bagi orang utan.
Hingga kini, Pertamina telah menjalankan lebih dari 50 program konservasi keanekaragaman hayati fauna, dengan total 261 jenis hewan dan lebih dari 800.000 individu satwa yang telah dikonservasi.
Satwa tersebut meliputi spesies seperti gajah, elang, monyet, bekantan, yaki, pesut, rusa, penyu, merak, kupu-kupu, dan lainnya.
Baca Juga: Satu Tiket Penerbangan ke Korea Selatan, Bisa Kunjungi 4 Negara Eropa Juga
“Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Pertamina Group tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga aktif dalam menjalankan program pelestarian alam, khususnya untuk konservasi satwa endemik Indonesia seperti orang utan,” tutup Fadjar.***
Artikel Terkait
Nurul Fatihah, Local Hero Binaan PHSS, Unjuk Gigi di Ajang Anugerah Inspirasi Pemuda Kukar 2025
PHSS Tegaskan Pentingnya Perlindungan Obvitnas untuk Stabilitas Energi Nasional
Pertamina Dorong Keberlanjutan Lewat Praktik Green Procurement Bersama Mitra
Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Lapangan PHSS untuk Dorong Kinerja dan Kolaborasi
Inabuyer B2B2G Expo 2025: Pertamina Dampingi UMKM Pasok Pasar Nasional