Jasa Marga melaporkan kinerja keuangan periode tahun 2024 dengan positif, yaitu membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp18,7 triliun (tumbuh 20,3%), Laba Inti Rp3,70 triliun (tumbuh 35,9%), dan EBITDA Rp12,6 triliun (tumbuh 27,3%), serta berhasil menurunkan Debt to EBITDA ratio dari 6,9x menjadi 4,7x.
Baca Juga: Tempat Wisata di Kepulauan Anambas yang Sudah Pasti Belum Dijual dan Masih Bisa Dikunjungi Umum
Atas kinerja tersebut, Jasa Marga mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun, atau payout ratio sebesar 25% dari laba bersih, dengan nilai per lembar saham (DPS) melonjak 312,6% menjadi Rp156,23.
Selain itu, RUPST juga menyetujui perubahan nomenklatur dan penetapan jajaran Komisaris dan Direksi.
Perseroan masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol Jasa Marga Group yang telah beroperasi sepanjang 1.286 KM yang merepresentasikan 43% jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia serta total konsesi jalan tol yang dikelola oleh Perseroan mencapai 1.736 KM.
Baca Juga: ESG dalam Aksi: Bank Mandiri Turun Tangan Tangani Sampah Plastik
Dalam mengelola proyek jalan tol baru, Perseroan berkomitmen untuk mencapai target yang sudah ditetapkan dengan seoptimal mungkin melalui pengendalian aktivitas konstruksi jalan tol secara bertahap.
Sampai dengan akhir Juni 2025, pencapaian progres pembangunan Ruas Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi segmen Gending-Kraksaan (89,88%); segmen Kraksaan-Paiton (97,03%); segmen Paiton-Besuki (75,66%), Jalan Tol Yogyakarta-Bawen segmen Ambarawa-Bawen (75,26%).
Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Klaten-Purwomartani (87,56%), Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan segmen Bojongmangu-Sadang (92,88%) dan Jalan Tol Akses Patimban yang saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan (84,44%).
Baca Juga: Magang di Anak Perusahaan INALUM & ANTAM, Ini Kesempatannya!
Di lini usaha lain, Jasa Marga melalui anak usahanya yakni PT Jasamarga Related Business (JMRB) dengan inovasi TIP (Tempat Istirahat dan Pelayanan) pengembangan pertama di Indonesia yang berkonsep Toll Corridor Development (TCD), atau Travoy Hub, hingga Semester I 2025 telah memperluas pengembangan dengan membangun Travoy Hub tahap 2 dan 3.
Progres pembangunannya kini mencapai 98,3% dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2025.
Perseroan juga terus memastikan kesiapan layanan operasional yang diwujudkan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas layanan terutama dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur panjang dalam Semester I Tahun 2025.
Baca Juga: Adu Penalti Menegangkan! Garuda Muda Taklukkan Thailand di ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025, Buru Vietnam
Di antaranya dalam pelayanan pada periode arus mudik dan balik Libur Panjang Idulfitri 1446H, Paskah, Waisak 2569 BE, Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha 1446H dan Tahun Baru Islam 1447H.
Artikel Terkait
Jasa Marga Kembali Beri Diskon Tarif Tol 20% di 12 Ruas Strategis, Berlaku Saat Akhir Libur Sekolah 11–13 Juli 2025
Pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo Segmen Prambanan–Purwomartani Berjalan Sesuai Target, Dirut Jasa Marga Lakukan Tinjauan Langsung
Jasa Marga Ambil Alih Kendali Penuh PT Jasamarga Jogja Solo Lewat Adendum SHA
Hari Anak Nasional 2025, Jasa Marga Sampaikan Komitmen dan Dedikasi bagi Pendidikan Inklusif
Perkuat UMKM Binaan, Jasa Marga Gelar Pelatihan Personal Branding dan Literasi Keuangan