“Kami datang bukan hanya melihat fasilitas saja, tetapi juga ingin berdiskusi dan mendalami isu-isu strategis seperti reliability kilang hingga aspek manajemen risiko dan investasi," ungkapnya.
Baca Juga: Bangkit Usai PHK: 7 Tips Jitu Meniti Kembali Karier dengan Percaya Diri
Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi gas alam dan karbondioksida (CO2) hasil produk ekstraksi kilang sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
“Kami senang melihat perkembangan di sini. Ke depannya, kita berharap berbagai utilitas di Badak LNG bisa dikembangkan menjadi produk industri turunan yang bernilai tambah sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan, baik bagi Pertamina dan juga negara,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung rencana investasi reaktivasi yang direncanakan tahun depan sebagai bagian dari persiapan menyambut tambahan pasokan gas di 2028.
“Semoga prosesnya bisa berjalan lancar dan bisa menjadi titik tumbuh baru bagi Badak LNG,” jelasnya.
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono turut menyampaikan apresiasinya.
“Saya bangga melihat capaian Badak LNG. Semoga Badak LNG bisa berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah, termasuk memenuhi target swasembada energi,” ungkapnya.
Baca Juga: Gunung Api Banda, Destinasi yang Wajib Masuk List Itinerary Saat Liburan ke Banda Neira
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Dewan Komisaris dalam memberi masukan strategis bagi keberlanjutan bisnis Badak LNG dan optimalisasi peran perusahaan dalam menghadapi tantangan industri ke depan.***
Artikel Terkait
Konsistensi Tanpa Henti, Badak LNG Kembali Dianugerahi Predikat Terbaik TOP CSR Awards
Dorong Gaya Hidup Sehat di Tempat Kerja, Badak LNG Luncurkan Program “GASBRO” untuk Bantu Pekerja Berhenti Merokok
Jejak Hijau Badak LNG Dapat Pengakuan di Hari Lingkungan Hidup 2025, Kantongi Penghargaan PROPERLINK
Tiga Tahun Berjalan, Akar Ranting Badak LNG Konsisten Lawan Stunting di Bontang
Kilang Badak LNG Gelar Simulasi Kebakaran, Uji Tanggap Darurat Tim Internal