Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dini stunting melalui edukasi pranikah, termasuk menghindari pernikahan usia dini.
"Stunting harus dicegah sejak sebelum pernikahan.
"Edukasi penting dilakukan, termasuk mencegah pernikahan usia dini.
"Pemerintah menganjurkan usia minimal menikah di usia 21 tahun agar calon orang tua siap membentuk keluarga sehat," tegasnya.
Langkah PTPN IV Regional III bukan kali ini saja.
Sebelumnya, perusahaan telah menginisiasi berbagai program pemenuhan gizi masyarakat di Inhu, salah satunya melalui budidaya ikan air tawar.
Program tersebut direalisasikan lewat pembangunan kolam dan penyaluran ribuan benih ikan, untuk mendukung asupan protein hewani secara mandiri oleh warga.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Tancap Gas Tingkatkan Produktivitas Sawit, Targetkan 7 Ton CPO per Hektare
Kini, program BAAS kembali dijalankan di Indragiri Hulu, melanjutkan keberhasilannya di sejumlah kabupaten/kota lain di Riau.
Program ini menjadi salah satu inisiatif unggulan PTPN IV Regional III dalam mendukung penanggulangan stunting di Bumi Lancang Kuning.
Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus aktif dalam memerangi stunting, khususnya di wilayah Riau.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Kucurkan Rp3,6 Miliar untuk Program TJSL Semester I 2025
“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, kami berkomitmen untuk mendukung program nasional dalam mencegah dan memerangi stunting.
Artikel Terkait
Sawit Muda PTPN IV Regional III Siap Panen 1.597 Hektare, Produktivitas Sepanjang 2025 Tembus di Atas Standar Nasional
Culture Roadshow-One PTPN One Culture Hadir di PTPN IV Regional III, Perkuat Budaya Kerja untuk Transformasi Berkelanjutan
PTPN IV Regional III Salurkan 32,5 Ton Beras SPHP untuk Stabilisasi Harga
PTPN IV Regional III Teken MoU dengan Kejari Kampar, Jaga Investasi Berkelanjutan di Bumi Sari Madu
Apresiasi dari Menteri LHK untuk PTPN IV Regional III yang Perkuat Satgas Karhutla di Riau