Pendapatan Meroket, PLN Tembus Fortune Global 500

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 31 Juli 2025 | 11:30 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat mendampingi petugas melakukan monitoring sistem kelistrikan secara digital. (Dok. PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat mendampingi petugas melakukan monitoring sistem kelistrikan secara digital. (Dok. PLN)

Kabar BUMN – PT PLN (Persero) mencetak sejarah baru dengan berhasil masuk dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2025, menempati posisi ke-469 dunia.

Prestasi ini didorong oleh pendapatan fantastis sebesar Rp545,4 triliun sepanjang 2024, meningkat 11,9% dibanding tahun sebelumnya.

PLN pun menjadi satu-satunya perusahaan utilitas asal Indonesia yang masuk dalam daftar prestisius korporasi terbesar global versi Fortune.

Baca Juga: Gelegar PLN Mobile 2025, Jalan Pintas ke Era Kendaraan Listrik!

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, konsistensi, dan transformasi menyeluruh yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi tantangan global.

“Masuknya PLN ke dalam daftar Fortune Global 500 adalah bukti bahwa strategi transformasi yang kami jalankan membuahkan hasil.

"Ini bukan hanya pengakuan terhadap skala usaha kami, tetapi juga terhadap daya saing dan ketahanan bisnis PLN dalam menjawab dinamika global,” ujar Darmawan.

Baca Juga: PLN Masuk Daftar Fortune Global 500, Perkuat Daya Saing di Dunia

Ia menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan terutama dipicu oleh volume penjualan listrik yang mencapai 306,22 terawatt hour (TWh) sepanjang 2024, atau tumbuh 6,17% dari tahun sebelumnya.

Konsumsi listrik ini setara dengan pendapatan Rp353,17 triliun.

Penjualan listrik PLN didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 43%, disusul sektor industri 30%, bisnis 19%, dan lainnya 8%.

Baca Juga: Dari Sampah Jadi Sekolah, PLN Bangun TK Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Botol Plastik di Sumba Timur, Kado Spesial di Hari Anak Nasional

Konsumsi listrik rumah tangga tercatat meningkat 6,62% menjadi 130,43 TWh, sementara konsumsi industri naik 4,17% menjadi 92,28 TWh.

“Capaian ini tak lepas dari dukungan penuh Pemerintah dalam menciptakan iklim investasi dan kebijakan energi yang kondusif, serta kepercayaan masyarakat yang terus mendorong kami untuk memberikan pelayanan terbaik,” jelas Darmawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini