Penyaluran dilakukan dari Surabaya, Malang, bahkan dari daerah lintas region seperti Semarang, Boyolali, Rewulu, dan Maos, untuk mendukung pasokan yang biasanya berasal dari Terminal BBM Banyuwangi.
Fenomena 'panic buying' juga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Rizki (21), warga Jember, menyampaikan kegelisahannya.
“Kondisi antrean yang parah disini sudah terlihat jelas, disebabkan 2 faktor utama. Yang pertama penutupan Jalur Gumitir itu sendiri dan faktor kedua yakni masyarakat yang 'panic buying'."
"Kemudian selain itu perlu dilaksanakan solusi atas oknum-oknum yang mengambil kesempatan pada situasi ini,” ucapnya.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-49, PT Timah Kumpulkan 135 Kantong Darah Lewat Aksi Donor di Belinyu
Ahad kembali mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. “Saat ini proses normalisasi distribusi BBM sudah berjalan untuk area Jember dan sekitarnya, kami imbau agar masyarakat dapat membeli BBM sesuai kebutuhan.
Jangan 'panic buying' karena kami pastikan stok aman dan tercukupi untuk proses distribusi,” tutup Ahad.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center di nomor 135. ***
Artikel Terkait
Dari Krisis Menuju Solusi: Pertamina Drilling Bangun Sumur Air Bersih di Desa Minas Jaya, Siak
Pertamina Raih Peringkat 171 Fortune Global 500, Perkuat Langkah Menuju Swasembada Energi
Dirut Pertamina Tinjau Langsung Zona Rokan, Dorong Inovasi untuk Genjot Produksi Minyak Nasional
Pertamina Drilling Luncurkan Green Drilling Project, Gunakan Flare Gas sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan untuk Operasional Pengeboran
Pertamina Jadikan Net Zero Emission Sebagai Strategi Ketahanan Energi Nasional