Patra Drilling Contractor dan Pertamina Grup Dorong Infrastruktur Berkelanjutan Lewat Workshop ESG Integration in Construction

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 06:00 WIB
PDC dan Pertamina Grup gelar workshop bertajuk ESG Integration in Construction digelar Kamis (31/7) di Townhall, Ground Floor, PDC Tower, Jakarta. (Dok. PDC)
PDC dan Pertamina Grup gelar workshop bertajuk ESG Integration in Construction digelar Kamis (31/7) di Townhall, Ground Floor, PDC Tower, Jakarta. (Dok. PDC)

Dalam sesi bertajuk Sustainable Construction Pathways: ESG Integration from Policy to Practice, Suripno memaparkan bahwa di masa depan, ESG bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan dalam dunia bisnis.

Baca Juga: PDC Sukses Pertahankan Sertifikasi SMAP ISO 37001:2016 dalam Audit Surveillance 2025

Ia menjelaskan, penerapan ESG akan menjadi persyaratan yang diperhitungkan sejak tahap desain hingga konstruksi dan operasional proyek.

“Semua requirement-nya akan semakin ditanyakan, mulai dari sejak desain, konstruksi, sampai dengan operasional,” tambahnya.

Pada tahap desain, misalnya, akan ada kebutuhan untuk mempertimbangkan Life Cycle Analysis (LCA) dari setiap material yang digunakan.

Baca Juga: Budaya K3 yang Kuat, PDC Kembali Raih Penghargaan di WISCA 2025

Sedangkan pada tahap konstruksi dan operasional, aspek ESG dari kontraktor atau mitra kerja akan turut menjadi sorotan.

Oleh karena itu, Suripno mengingatkan pentingnya penerapan green procurement atau pengadaan berkelanjutan sejak awal keterlibatan mitra kerja dalam proyek.

Menutup paparannya, ia juga menunjukkan sejumlah proyek konstruksi Pertamina yang telah menerapkan prinsip ESG secara nyata dan menyebut bahwa hal tersebut masih dapat dikembangkan lebih jauh ke depannya.

Baca Juga: Unit Bisnis Trading PDC Optimalkan Produksi Baja untuk Hulu Migas

“Baik infrastruktur yang sifatnya support maupun infrastruktur yang sifatnya berkaitan dengan migas, dari produksi sampai distribusi,” tutup Suripno.

Selain Suripno, sesi diskusi tersebut juga turut diisi oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Boby Ali Azhari, serta Ketua QHSE BUMN Konstruksi, Subkhan, yang memberikan pandangan mereka terhadap praktik berkelanjutan dalam dunia konstruksi nasional.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini