"Batik Leles adalah contoh kekayaan budaya lokal yang perlu terus kita jaga dan kembangkan agar mampu memberi nilai ekonomi sekaligus memperkuat jati diri bangsa,” kata Fadjar.
Lebih lanjut, Mada Ari Fadhilah, perwakilan Tim Taskforce CSR PT Pertamina Lubricants, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting bagi para pengrajin Batik Leles di Pekauman untuk terus berinovasi dan menjaga warisan budaya.
Ia berharap melalui dukungan berkelanjutan, produk Batik Leles bisa bersaing di tingkat nasional.
“Kami percaya bahwa peningkatan kapasitas seperti ini akan membuka peluang baru bagi UMKM lokal untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
"Batik Leles punya potensi besar, dan hari ini kita sedang menyalakan kembali semangat itu,” tambahnya.
Pelatihan ini tidak hanya membuka cakrawala baru dalam pengembangan produk batik lokal, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kreatif pengrajin untuk menjadikan Batik Leles sebagai ikon budaya yang bernilai ekonomi tinggi.***
Artikel Terkait
Pertamina Lubricants Pamerkan Inovasi Pelumas Maritim di INAMARINE 2025, Siap Dukung Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia
Pertamina Patra Niaga dan Gubernur Jatim Sidak Bersama Pantau Kelancaran Distribusi BBM di Jember
Pertamina Masuk Daftar Top 6 Inovator Nasional di SDG Innovation Accelerator 2025
Strategi Efisiensi IDESS, Pertamina Drilling Berhasil Tekan NPT dan Biaya Pengeboran
Pertamina Gelar Bootcamp AJP di Jawa Tengah dan DIY untuk Dorong Karya Jurnalistik Berkualitas