PHE Catat Produksi Migas 1,04 Juta BOEPD di Semester I 2025, Wujud Komitmen Kuat Sediakan Energi untuk Masyarakat

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 2 Agustus 2025 | 08:20 WIB
Hingga semester I tahun 2025, PHE berhasil membukukan produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). (Dok. PHE)
Hingga semester I tahun 2025, PHE berhasil membukukan produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). (Dok. PHE)

Perusahaan berencana mengembangkan dua CCS Hub serta beberapa satelit dengan total kapasitas penyimpanan mencapai 7,3 Giga Ton, dan menargetkan reduksi emisi hingga 68% dari sektor energi pada 2060.

Menatap semester II 2025, PHE menyiapkan sederet proyek strategis yang siap on-stream, antara lain:

Baca Juga: PHE OSES Sukses Raih Dua Penghargaan DKJ Award 2025 Lewat Program untuk Masyarakat Pesisir

  • Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP, yang mampu mengolah 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD
  • Proyek Sisi Nubi, dengan desain kapasitas rata-rata 30 MMSCFD per platform untuk peningkatan produksi migas
  • Proyek CEOR di Lapangan Minas – Area A Stage-1, yang menargetkan peningkatan recovery factor sebesar 17–22%
  • Lapangan OO-OX, yang diperkirakan menyumbang tambahan produksi sebesar 2.996 BOPD dan 21,26 MMSCFD

Baca Juga: Kawal Masa Depan Pesisir Utara Jawa, PHE ONWJ Menyerahkan 5.000 Bibit Mangrove

Komitmen PHE terhadap penguatan industri nasional juga tercermin dalam penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Hingga pertengahan 2025, realisasi TKDN barang dan jasa PHE mencapai 63,29 persen, mendukung program pemerintah dalam peningkatan kapasitas nasional dan multiplier effect bagi industri lokal.

“Dalam menjalankan bisnisnya, PHE diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang optimal dalam berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga: PHE WMO Raih Penghargaan Tertinggi di Nawakarsa Award 2025, Ajang Apresiasi dari Pemkab Gresik

"PHE akan terus semangat menggali potensi dan kekuatan guna terus mendukung target produksi nasional dan memenuhi pasokan energi dalam negeri, sejalan dengan visi PHE yaitu menjadi perusahaan minyak dan gas bumi terkemuka yang mengutamakan ketahanan, ketersediaan, dan keberlanjutan energi,” ujar Awang Lazuardi, Direktur Utama PHE.

Lebih lanjut, PHE menjalankan operasinya dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang ketat.

Komitmen terhadap budaya anti-penyuapan diwujudkan melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016, serta kebijakan Zero Tolerance on Bribery guna menjamin operasi yang bersih dan profesional.

Baca Juga: PHE Raih Dua Penghargaan Internasional dari ASEAN PR Network

“Kiprah PHE di sektor hulu menjadi motor penting bagi Pertamina dalam mencapai target swasembada energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Dengan serangkaian pencapaian dan strategi berkelanjutan ini, PHE semakin mantap melangkah sebagai ujung tombak Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional, sekaligus mewujudkan visi sebagai perusahaan migas kelas dunia yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini