"Dana tersebut kami gunakan untuk membeli alat rendam batik yang meningkatkan efisiensi produksi dan meningkatkan pasar yang lebih luas,” ujar Pemilik Batik Al Warits Warisatul Hasanah.
Baca Juga: Kuliner Indonesia yang Dimasak dalam Batang Bambu, Tradisi Memasak Warisan Nenek Moyang
Transformasi RB sejak 2020 menghadirkan lima peran utama: pusat pengembangan UMKM, basecamp millenial, coworking space, posko tanggap bencana, serta literasi dan referral program kemitraan dan KUR.
Lewat pendekatan bertingkat seperti Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global, RB diarahkan menjadi katalis UMKM Champion di setiap wilayah.
Lebih lanjut Ossy menilai, sejak diluncurkan sebagai bagian dari program Kementerian BUMN pada 2017, RB telah menjadi platform terintegrasi yang dirancang untuk memfasilitasi pertumbuhan usaha kecil di berbagai wilayah.
Baca Juga: Dari Bali untuk Bumi: Program Sri Wana Lestari Pertamina Tumbuhkan Hutan, Ekonomi, dan Harapan
“Bank Mandiri mengambil peran aktif dalam mendukung transformasi ini dengan pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek finansial, namun juga aspek edukasi, teknologi, dan kolaborasi komunitas,” imbuh Ossy.
Ke depan, bank berkode emiten BMRI ini akan terus memperluas cakupan RB dengan memperkuat jaringan kemitraan dan digitalisasi layanan.
Dengan pemanfaatan teknologi dan data, perusahaan menargetkan peningkatan jumlah UMKM naik kelas secara signifikan hingga 2027, sejalan dengan roadmap akselerasi ekonomi berkelanjutan yang inklusif.***
Artikel Terkait
Mandiri Vaganza 2025 Hadir di Jayapura, Bank Mandiri Dorong Kredit Hunian dan Otomotif dengan Promo Menarik
ESG dalam Aksi: Bank Mandiri Turun Tangan Tangani Sampah Plastik
Bank Mandiri Rilis e-Money Edisi Tahilalats Edukasi, Bisa Dipesan Mulai 29 Juli di Livin’ Sukha!
Bank Mandiri Dorong Ekonomi Desa Lewat Budidaya Sorgum di Kabupaten Bogor
Bank Mandiri Dorong Purna PMI Malang Jadi Pengusaha Lewat Program Bapak Asuh