Susunan Pengurus Diubah, Bank Mandiri Pacu Akselerasi Ekonomi Nasional

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 4 Agustus 2025 | 20:30 WIB
Kepemimpinan baru, semangat baru. Bank Mandiri terus bergerak maju dalam mendukung ekonomi nasional.
Kepemimpinan baru, semangat baru. Bank Mandiri terus bergerak maju dalam mendukung ekonomi nasional.

"Kami percaya bahwa komposisi pengurus yang tepat akan memberikan nilai tambah bagi strategi bisnis jangka panjang Bank Mandiri, serta memperkuat daya saing di tengah lanskap industri yang terus berubah,” tambahnya.

Baca Juga: Brantas Abipraya Raih Penghargaan Bergengsi di Industry Award 2025, Bukti Serius Dorong Inovasi dan Konstruksi Berkelanjutan

Dari sisi kinerja, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp13,2 triliun, tumbuh 3,9% secara year-on-year (YoY) hingga kuartal I 2025, hal ini menunjukkan efektivitas strategi transformasi digital dan efisiensi operasional.

Pada sisi rasio profitabilitas, Return on Equity (ROE) Bank Mandiri juga mampu terjaga solid di level 20,8% secara bank only.

Hal ini tak terlepas dari pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi 16,5% yoy menjadi tercatat sebesar Rp1.672 triliun per Maret 2025.

Baca Juga: Kuliner Indonesia yang Dimasak dalam Batang Bambu, Tradisi Memasak Warisan Nenek Moyang

Capaian itu didorong oleh pertumbuhan positif baik di segmen wholesale maupun retail.

Selain menjadi pendorong utama kinerja kredit, segmen wholesale juga menjadi bahan baku pertumbuhan segmen retail melalui ekosistemnya.

Dalam penyaluran kredit, Bank Mandiri terus fokus pada penyaluran kredit ke sektor-sektor prospektif dan resilien seperti infrastruktur, energi, ekosistem hilirisasi, makanan dan minuman.

Baca Juga: Dapatkan Mandiri e-Money Spesial Edisi Tahilalats Edukasi, Tersedia Eksklusif di Livin' Sukha

Hal ini menunjukkan komitmen kuat Bank Mandiri dalam mendukung pembangunan dan penyerapan tenaga kerja Nasional dan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Pencapaian tersebut juga diikuti oleh pertumbuhan yang berkualitas. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) secara bank only dapat dijaga di level 1,01% pada Maret 2025.

Hal ini juga berdampak pada  perbaikan dari sisi biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) yang membaik ke level 0,71% per Maret 2025, dari periode tahun sebelumnya 0,99%.

Baca Juga: ASDP Salurkan Rp 8,1 Miliar untuk Program TJSL 2024: Komitmen Nyata BUMN untuk Lingkungan dan Pemberdayaan Rakyat

“Dengan kepengurusan yang lebih kuat dan solid, kami optimistis dapat terus mengakselerasi kinerja dan memberikan kontribusi positif terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Ossy.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini