Jumlah ini tumbuh 5,13% YoY atau meningkat 3,27 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyumbang 43,14% dari total penjualan listrik nasional.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah Info! Ini Daftar Gunung yang Tutup Pendakian saat 17 Agustus 2025
Sementara itu, konsumsi listrik di sektor industri tumbuh sebesar 2,66% secara tahunan, dengan volume mencapai 1.165 Gigawatt hour (GWh).
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan listrik dari pelanggan industri menengah, khususnya di sektor makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, serta industri karet dan plastik.
Darmawan menekankan bahwa transformasi menyeluruh yang dijalankan sejak 2020 telah memperkuat daya saing perusahaan.
Baca Juga: BULOG dan POLRI Tingkatkan Sinergi Nasional Demi Ketahanan Pangan Indonesia
Langkah ini tidak hanya menciptakan efisiensi sistemik, tetapi juga mengubah pola kerja PLN dari pendekatan birokratis menjadi lebih berorientasi pasar dan pelanggan.
“Transformasi holistik yang kami jalankan sejak 2020 menjadi fondasi penting dalam menciptakan efisiensi dan ketahanan bisnis.
"Pendekatan yang lebih business-like ini memungkinkan PLN beradaptasi terhadap dinamika eksternal, sekaligus memastikan pasokan energi yang andal, kompetitif, dan mendukung keberlanjutan ekonomi nasional,” pungkas Darmawan.***
Artikel Terkait
PLN Siap Hadirkan Akses Listrik yang Berkeadilan ke Seluruh Penjuru Negeri
Tingkatkan Keterampilan dan Kemandiriaan Peternak, PLN EPI Gelar Pelatihan Budidaya Domba Garut di Tasikmalaya
Dulu Lampu Pelita, Kini Listrik PLN Terang 24 Jam Penuh di Dusun Lindu
PLN 123 Sabet 8 Penghargaan di Ajang Global Contact Center World Awards 2025
Pertamina dan PLN Garap 19 Proyek Panas Bumi, Dorong Transisi Energi Nasional