The Sanur, KEK Kesehatan Pertama di Indonesia: Simbol Transformasi Wisata dan Kesehatan Nasional

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Indonesia kini resmi memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan pertamanya yang dikenal dengan nama The Sanur. (Dok. PT HIN)
Indonesia kini resmi memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan pertamanya yang dikenal dengan nama The Sanur. (Dok. PT HIN)

Salah satu klinik ternama adalah Alster Lake Clinic dari Jerman, yang menghadirkan terapi sel dengan fokus pada healthy aging, termasuk perawatan bio-organic infusions.

Baca Juga: PT Hotel Indonesia Natour Hadirkan Layanan Kesehatan Fontaine Vitale di KEK Sanur

Untuk akomodasi, kawasan ini memiliki hotel bintang lima The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection—hotel tertinggi di Bali dengan 10 lantai dan 274 kamar.

Dilengkapi pula dengan Bali Beach Convention berkapasitas 5.000 pax, Ethnobotanical Garden seluas 4,9 Ha, dan berbagai infrastruktur pendukung seperti TPSS, Power House, Command Center, area komersial, dan Sentra UMKM Sanur.

Penguatan Ekonomi Nasional Lewat Wisata Kesehatan

Baca Juga: Topping Off Layanan Aesthetic and Plastic Surgery di KEK Sanur, InJourney: Kolaborasi Ini Dapat Menjadi Katalis dalam Ekosistem Pariwisata Kesehatan

Pengembangan The Sanur didesain untuk mendorong Indonesia sebagai pemimpin Health & Wellness Tourism di tingkat global.

Fasilitas dan regulasi yang mendukung pun disiapkan, mulai dari izin praktik tenaga kesehatan asing, insentif fiskal dan kepabeanan, hingga kemudahan imigrasi bagi pasien dan pendamping.

The Sanur ditargetkan menyerap 123.000–240.000 pasien per tahun pada 2030, menggantikan warga Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri.

Baca Juga: Perayaan Topping Off Ceremony Layanan Aesthetic & Plastic Surgery di KEK Sanur

Potensi penghematan devisa diproyeksikan mencapai Rp86 triliun, dengan tambahan devisa negara sekitar Rp19,6 triliun pada periode 2022–2045.

Dengan investasi senilai Rp15–20 triliun, The Sanur diperkirakan mendorong PDB nasional sebesar Rp80,7 triliun dan menyerap hingga 18.375 tenaga kerja pada 2045—meningkat 2.069% dibandingkan kondisi sebelum adanya KEK ini.

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyatakan, “Kami optimis, The Sanur tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur layanan kesehatan dan pariwisata, tetapi juga motor penggerak perekonomian yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.”

Baca Juga: KEK Sanur Raih Peringkat 2 Sektor Jasa dan 4 Nasional, Menjadi Sorotan di Tahun 2024!

Investasi, Tenaga Kerja, dan Inklusivitas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini