Hari Gajah Internasional: Hutama Karya Perkuat Perlindungan Pergerakan Gajah Sumatra di Sepanjang Jalan Tol Trans Sumatra

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Hutama Karya rayakan Hari Gajah Internasional dengan inovasi Underpass Perlintasan Gajah di JTTS, jaga ekosistem dan libatkan masyarakat sekitar. (Dok. Hutama Karya)
Hutama Karya rayakan Hari Gajah Internasional dengan inovasi Underpass Perlintasan Gajah di JTTS, jaga ekosistem dan libatkan masyarakat sekitar. (Dok. Hutama Karya)

Kabar BUMN – Peringatan Hari Gajah Internasional setiap 12 Agustus menjadi momentum penting dalam upaya menjaga kelestarian Gajah Sumatra.

Sosok seperti “Getar” dan “Codet” kini dapat bergerak bebas di wilayah Riau dengan lebih aman berkat inisiatif PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) membangun Underpass Perlintasan Gajah (UPG) di beberapa titik Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi infrastruktur, tetapi juga bukti komitmen untuk menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian satwa langka Indonesia.

Baca Juga: KAI Percepat Modernisasi dan Digitalisasi Infrastruktur Perkeretaapian Nasional

Pembangunan UPG memungkinkan gajah berpindah antarhabitat tanpa hambatan, dengan desain terowongan yang disesuaikan berdasarkan data perjalanan dan perilaku mereka.

Teknologi GPS collar digunakan untuk memantau pergerakan dan keberadaan gajah secara real-time, memastikan aktivitas tetap alami serta populasi tetap terjaga.

Kehadiran jalan tol pun tidak lagi menjadi ancaman, melainkan mendukung keberlangsungan ekosistem Gajah Sumatra di Riau.

Baca Juga: 18 Persen Pemimpin di Pertamina Group Adalah Perempuan, Menuju 25 Persen sebagai Wujud Pemberdayaan

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa perusahaan menjadi pelopor perlindungan satwa dilindungi melalui pembangunan enam UPG di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) sepanjang 131,5 km.

“Teknologi GPS collar yang kami pasang membantu memahami pola perjalanan gajah antara dua kantong habitat utama untuk tujuan perkawinan, sehingga desain terowongan dapat optimal."

"Data menunjukkan bahwa program konservasi tahun 2024 memberikan hasil nyata bagi kelestarian gajah Sumatra. Upaya ini menjadi contoh harmonisasi pembangunan dan pelestarian, menginspirasi proyek infrastruktur ramah lingkungan di masa depan,” jelasnya.

Baca Juga: Undian “Shop ‘Til U Drive” Kolaborasi Bank Mandiri dan Pakuwon Group Diikuti 9.500 Warga Surabaya

Adjib menambahkan bahwa teknologi ini mampu mengidentifikasi pola migrasi gajah, dengan periode September hingga November sebagai masa paling aktif pergerakan gajah jantan.

Berdasarkan data tersebut, jadwal perawatan terowongan dapat diatur dan kewaspadaan tim monitoring ditingkatkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini