Saat ini, Syailendra Bumi Investama secara rutin memasok minyak atsiri ke eksportir nasional dan industri aromatik dalam negeri.
Baca Juga: DAMRI Dukung Perjalanan Pemerintah NTB ke Upacara Istana Negara
Selain itu, UMKM ini mulai mengekspor langsung ke Prancis, Singapura, dan terus memperluas pasar ke-12 negara termasuk Swiss, Kanada, Dubai, Arab Saudi, India, Korea Selatan, dan Brasil.
Kini, Syailendra BI memiliki 200 titik penyulingan di berbagai provinsi (kecuali Papua), mempekerjakan 12 karyawan tetap serta 1 pakar akademisi, dan memberdayakan sekitar 400 penyuling serta lebih dari 2.000 petani di seluruh Indonesia melalui “Paguyuban Emas Hijau”.
Sebagai bagian dari komitmen untuk terus berkembang dan memperluas dampak, pada tahun 2025, DDistillers turut berpartisipasi dalam Pertamina UMK Academy 2025 dan Pertamina SMEXPO Merah Putih.
Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Indonesia Warisan Penjajah Inggris 1811-1816
Dua program strategis Pertamina tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, pemasaran, dan perluasan jejaring bisnis UMKM binaan.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan, Pertamina mendukung UMKM seperti DDistillers yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ribuan keluarga petani di Indonesia.
"Inilah bukti bahwa kemitraan strategis antara BUMN dan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan," ujarnya.
Baca Juga: Rajawali Nusindo Ikut Meriahkan Bazar Pangan Murah 80 Titik ID FOOD
Keberhasilan DDistillers sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran Point 3, yakni “Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur", melalui penciptaan ribuan lapangan kerja produktif di desa, pemberdayaan wirausaha lokal, dan pengembangan produk bernilai tambah berbasis kekayaan alam Indonesia.
“Bagi kami, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tapi tentang membangun harapan. Dari lahan yang dulunya dianggap tak berguna, kami buktikan bahwa ada masa depan yang hijau dan sejahtera,” tutup Eliest.***
Artikel Terkait
Energi Lebih Terbuka, Pertamina Maksimalkan Media Digital untuk Edukasi
Dari Hulu ke Hilir, Proses Bisnis Berkelanjutan Pertamina Jadi Materi Penting AJP 2025 di Kalimantan
Pertamina Duduki Peringkat Teratas Fortune Indonesia 100 Tahun 2025
Pertamina Patra Niaga Pionir Ekosistem Sustainable Aviation Fuel Berbasis Ekonomi Sirkular
Pertamina dan Universitas Indonesia Resmikan AI Talent Hub Indonesia