Selain faktor panen, turunnya harga beras juga dipengaruhi intervensi besar-besaran BULOG. Bantuan Pangan alokasi Juni–Juli telah tersalurkan sebanyak 338 ribu ton, sementara penyaluran beras SPHP sejak Juli hingga pertengahan Agustus 2025 sudah mencapai 29 ribu ton.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-80 RI, Pertamina Bagikan Seribu Seragam Sekolah untuk Anak-anak di Cilincing
Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui tujuh saluran utama, yaitu pengecer di pasar rakyat, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, outlet pangan binaan pemerintah daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet BUMN, koperasi instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG, serta swalayan atau toko modern.
Hasilnya terlihat dari penurunan harga beras medium di 19 provinsi, termasuk Aceh, Jawa Barat, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Turunnya harga ini membantu meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Baca Juga: Hutama Karya Rampungkan Tol IKN Seksi 3A, Percepat Perjalanan Balikpapan–IKN Jadi Hanya Satu Jam
Dengan stok yang terjaga, distribusi yang lancar, serta harga yang mulai stabil, BULOG memastikan masyarakat dapat menyambut perayaan kemerdekaan dengan rasa aman.
Program SPHP akan terus dijalankan hingga akhir tahun demi menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di seluruh penjuru negeri. ***
Artikel Terkait
BULOG dan POLRI Tingkatkan Sinergi Nasional Demi Ketahanan Pangan Indonesia
BULOG Bahas Pembangunan Gudang Logistik di Perbatasan bersama Pemkab Mahakam Ulu
BULOG dan POLRI Mantapkan Kolaborasi untuk Percepat Penyaluran Beras Murah SPHP ke Masyarakat
Bulog Peduli Gizi Bidik Desa Terpadat di Kabupaten Tegal, Fokus Perangi Stunting
BULOG Salurkan Banpang dan Gelar Gerakan Pangan Murah di Papua, Pastikan Harga Stabil dan Bantuan Tepat Sasaran