“Meskipun malware dapat merusak perangkat lunak, untuk mengambil data dalam jumlah yang besar, tetap membutuhkan lalu lintas jaringan yang tinggi, dan hal ini pasti terdeteksi sedari awal oleh bank untuk diantisipasi," kata Yawan.
Keamanan data nasabah, lanjut Yawan, telah menjadi prioritas utama bagi bank-bank di Indonesia, dan mereka telah menjalankan upaya tersebut dengan baik.
Artinya, menurut Yawan, klaim peretas yang menyerang BSI sama sekali tidak berdasar dan hanya sekedar membuat kegaduhan.
“Oleh karena itu, nasabah tidak perlu panik. Setiap nasabah hanya perlu waspada dengan menjaga data kredensial seperti kata sandi, PIN dan sejenisnya, serta selalu melakukan transaksi melalui jaringan pribadi," pungkas Yawan.***
Artikel Terkait
Erick Thohir Terima Pengunduran Diri TGB dari Wakomut BSI
ASDP-BSI Dukung Gelaran Pasar Rakyat dan Bazaar UMKM
Proyek BHC Terus Dikebut, Progres Masjid BSI Capai 99 Persen
Erick Thohir Resmikan Mesjid BSI Bakauheni, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Bank BSI Buka Lowongan Kerja Untuk Lulusan SMA hingga S1, Cek Persyaratannya