Inovasi Pertamina SAF dari Minyak Jelantah, Jejak Baru di Langit Asia Tenggara

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:30 WIB
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyebut inovasi Pertamina SAF sebagai wujud nyata komitmen Pertamina Group dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyebut inovasi Pertamina SAF sebagai wujud nyata komitmen Pertamina Group dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Kabar BUMN Pertamina baru saja melaksanakan penerbangan perdana menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan dasar minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) bersama maskapai Pelita Air.

Langkah ini menjadikan Pertamina sebagai pelopor SAF di kawasan Asia Tenggara.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyebut inovasi ini sebagai wujud nyata komitmen Pertamina Group dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: PT MUM (PNM Group) Rekrut Kepala Bagian Eksternal, Cek Kualifikasinya!

Ia menegaskan, pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah akan semakin optimal bila sinergi antara holding dan subholding terus terjaga.

“Peluncuran ini bentuk komitmen Pertamina untuk misi Indonesia Emas 2045 sesuai dengan harapan Presiden dalam Asta Cita pemerintah. Pertamina SAF menjadi bukti inovasi Pertamina tidak hanya berhenti di kita tapi juga membangun Indonesia dengan langit bersih.

"Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan keunggulan ini merupakan peluang besar bagi Indonesia dalam memimpin transisi energi dunia. Bantuan stakeholder yang ada mampu membuat Indonesia menjadi leader SAF di dunia," jelas Iriawan.

Baca Juga: NeutraDC Summit 2025 Kembali Digelar di Bali, Angkat Isu Besar AI Collaboration

Ia menambahkan, dengan adanya sertifikat International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), diharapkan hal ini bukan hanya digunakan oleh Pelita, tapi juga maskapai lain hingga bisa diekspor.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan Pertamina SAF menandai tonggak awal pengembangan bisnis masa depan Pertamina, dan Indonesia.

Sebab, lanjutnya, Pertamina telah berhasil mencapai milestones sebagai Regional Champion SAF karena merupakan satu-satunya perusahaan yang mampu menciptakan ekosistem hulu-hilir SAF di kawasan ASEAN.

Baca Juga: Kriuk-kriuk Senbei, Camilan Jepang dari Bahan Beras dengan Beragam Rasa dan Bentuk

“Berdasarkan pengujian, SAF produksi Pertamina mampu mengurangi emisi karbon hingga 84% dibandingkan bahan bakar avtur konvensional.

"Pencapaian ini sebagai wujud kontribusi Pertamina untuk Indonesia. Bahkan menjadikan Pertamina SAF menjadi produk SAF pertama di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar Simon.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini