Lebih dari sekadar dokumentasi, Buku Melayu Lestari juga menjadi panduan empat pilar kebijakan budaya yang meliputi nilai gotong royong, Religiusitas yang memayungi adat dan adab, Ketahanan Budaya, serta Harmoni dengan alam.
Baca Juga: Wisata Thailand Makin Hemat, Ada Program Tiket Pesawat Gratis untuk Turis Asing
“Usaha kami ini, meski belum sepenuhnya menyingkap seluruh kekayaan budaya Melayu Riau, namun ini adalah langkah kecil kami untuk ikut merawat dan melestarikan budaya melayu,” ucap Ruby.
Gubernur Riau Abdul Wahid memberikan apresiasi tinggi kepada PHR atas penerbitan buku tersebut.
Ia menilai, inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan budaya Melayu serta mengembangkan potensi wisata berbasis budaya di Riau. Buku ini dianggap sebagai jembatan pengetahuan bagi generasi muda untuk lebih mengenal budaya daerahnya.
“Kami berharap kerja perlindungan budaya ini tetap konsisten dan berkesinambungan."
"Penerbitan buku ini bisa ikut mewujudkan kebudayaan melayu sebagai alat pemersatu dan perwujudan nilai-nilai kearifan lokal. Wujud persatuan kerja antara pemerintah, masyarakat dan Pertamina Hulu Rokan yang berinvestasi di Riau."
***
Artikel Terkait
PHR Dorong Gerakan Hijau di Zona Rokan, Tanam 1000 Pohon Bersama Warga Minas Barat
PHR Siaga Hadapi Karhutla di Rokan Hilir Lewat Kolaborasi Multipihak
Journey Room Berwajah Baru, PHR Suguhkan Eksplorasi Energi Imersif
PHR Pertahankan Sertifikasi ISO SMT, Tegaskan Komitmen Mutu, Lingkungan, dan Keselamatan Kerja
Menyelami Kisah Pekerja Migas PHR, Garda Energi di Tengah Semangat Kemerdekaan