Komitmen Hadirkan PLTN, Pemerintah dan PLN Bidik Energi Andal untuk Masa Depan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:30 WIB
Direktur Teknologi, Enjiniring, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, menyebut PLN sudah mengkaji penerapan PLTN bersama sejumlah negara sebelum masuk ke RUPTL 2025–2034.
Direktur Teknologi, Enjiniring, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, menyebut PLN sudah mengkaji penerapan PLTN bersama sejumlah negara sebelum masuk ke RUPTL 2025–2034.

Evy menjelaskan, sebelum tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 PLN sudah mengkaji penerapan PLTN dengan beberapa negara yang telah berhasil menerapkan energi nuklir.

Baca Juga: Pulau Pribadi di Indonesia yang Bisa Diinapi, Semakin Jauh dan Terpencil, Semakin Sepi

"Jadi kita ajak seluruh pihak, baik itu kementerian, universitas yang bisa membantu kita dari sisi knowledge, dan provider-provider juga kita engage untuk bisa kita berkolaborasi," ujar Evy.

Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syaiful Bakhri mengatakan bahwa pengelolaan limbah nuklir lebih mudah jika dibandingkan dengan mengolah sampah yang berada di Bantar Gebang.

"Mengelola limbah nuklir itu lebih mudah dari pada mengelola bantar gebang. Silahkan buktikan. PLTN umurnya 40 tahun, berapa luas limbah yang dibutuhkan area untuk menyimpan limbah? Hanya sebesar ruangan ini, 40 tahun," ujar Syaiful.

Baca Juga: Puncak Hari Lingkungan Hidup 2025, PEP Sangatta Field Tegaskan Gerakan “Hentikan Polusi Plastik”

Syaiful melanjutkan, limbah bahan bakar bekas dari reaktor nuklir sejatinya tidak sepenuhnya menjadi limbah.

Di mana, hanya sekitar 5 persen yang habis terpakai untuk reaksi fisi, sementara 95 persen sisanya masih dapat didaur ulang untuk digunakan kembali pada reaktor lain.

Menurutnya, hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian energi.

Baca Juga: Ikuti Program Magang FHCI BUMN, Sedang Dibuka Posisi untuk Staf Keuangan dan Akuntansi

Selain itu, sisa material yang hanya 5 persen tersebut pun tetap memiliki manfaat, seperti untuk kebutuhan rumah sakit, industri, serta iradiasi pangan.

"Bagaimana 95 persennya bisa didaur ulang, dipakai lagi untuk reaktor-reaktor jenis lain? Artinya apa? Kita akan menjadi negara yang merdeka dan mandiri secara energi," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini