Brantas Abipraya Genjot Proyek Tanggul Laut NCICD, Perkuat Perlindungan Jakarta dari Banjir Rob

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:30 WIB
Jakarta makin siap menghadapi banjir rob. Brantas Abipraya mempercepat pembangunan tanggul laut NCICD sebagai tameng kokoh di pesisir ibu kota.
Jakarta makin siap menghadapi banjir rob. Brantas Abipraya mempercepat pembangunan tanggul laut NCICD sebagai tameng kokoh di pesisir ibu kota.

Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), BUMN Konstruksi ini menggarap pembangunan tanggul laut di kawasan Jakarta Utara.

Adapun pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan tanggul sepanjang 1,2 kilometer di Ancol dan 1,4 kilometer di Muara Angke.

Baca Juga: Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik I, Jalan Baru Menuju Pemerataan di Ranah Minang

Infrastruktur tersebut masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diharapkan mampu memperkuat perlindungan ibu kota dari potensi banjir rob yang kerap mengancam wilayah pesisir.

Untuk mempercepat penyelesaian, Brantas Abipraya menerapkan teknologi pemancang inner boring yang memiliki kelebihan baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Pembangunan tanggul NCICD tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai, tetapi juga sebagai wujud kesiapan Jakarta menghadapi tantangan iklim di masa depan.

Baca Juga: Nama Agus Gratis Masuk TMII Sampai Akhir Agustus, Sudah Coba?

"Brantas Abipraya memastikan pengerjaannya sesuai standar kualitas dan keamanan tertinggi,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Dian menambahkan, dengan menggunakan teknologi inner boring kualitas pondasi yang dimiliki menjadi lebih baik dan dapat menjamin kestabilan pondasi dalam jangka panjang, terutama di wilayah pesisir yang rentan settlement, sehingga mengurangi risiko penurunan tanah.

Keunggulan dari penggunaan alat pemancang inner boring diantaranya juga mengurangi risiko kerusakan bangunan maupun utilitas di sekitar area proyek, mampu menembus lapisan tanah lunak maupun keras tanpa merusak tiang, serta ramah lingkungan dan sosial.

Baca Juga: PLN Peduli dan Dompet Dhuafa Sulsel Gulirkan Pendidikan Literasi untuk Ekonomi Digital Desa Berdaya

Hal ini dikarenakan dampak kebisingan serta gangguan terhadap masyarakat dan ekosistem pesisir dapat diminimalkan.

Teknologi ini mengadopsi sistem Nakabori dari Jepang, memungkinkan pengeboran di dalam tiang pancang sehingga mengurangi getaran, kebisingan, dan polusi dibandingkan metode konvensional,” jelas Dian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini