Tidak berhenti di sana, perusahaan juga sedang mempersiapkan satu unit fracturing tambahan yang dijadwalkan hadir pada 2026.
Dengan begitu, Pertamina Drilling akan memiliki dua unit fracturing untuk memperkuat layanan sekaligus meningkatkan kesiapan operasional dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Dorong Produksi Migas Nasional
Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan lebih dari 50 rig aktif di berbagai wilayah kerja Pertamina.
Dengan dukungan armada tersebut, targetnya mencapai hingga 1.000 sumur per tahun, mencakup pengeboran maupun layanan pendukung seperti workover dan well services.
Pemanfaatan teknologi fracturing dengan PertaGuar diharapkan memberi sumbangan signifikan pada produksi migas nasional.
Baca Juga: Bastiong Ternate, Gerbang Maritim yang Dorong Ekonomi dan Wisata Maluku Utara
Estimasi internal menyebutkan bahwa penerapan teknologi ini mampu mendongkrak produksi hingga 10–20 persen pada sumur yang produksinya menurun, sehingga memperkuat peran Jawa, Sumatera, dan Kalimantan sebagai lumbung energi strategis Indonesia.
Bagi Pertamina Drilling, capaian ini tidak hanya menjadi keberhasilan teknis, melainkan juga langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
PertaGuar menjadi jawaban bahwa Indonesia mampu berdikari dalam menguasai teknologi energi penting, meski di tengah tantangan global. ***
Artikel Terkait
Elnusa Bersama Pertamina dan Pindad Luncurkan PERTASTREAM, Alat Inspeksi Pipa Ultrasonik Pertama Buatan Indonesia
Pertamina Umumkan 105 Peserta yang Lolos Seleksi Administrasi Energy Debate Championship PGTC 2025
Pertamina Goes to Campus 2025: Kompetisi Energynovation Ideas Siap Seleksi Inovator Muda
Energi Inspirasi Pertamina Drilling di Program Pertamina Energi Negeri 8.0
Pertamina Perkuat Diplomasi Indonesia-Australia Lewat Budaya, UMKM, dan Pengembangan SDM Energi Berkelanjutan