“Dengan BIM, kami dapat memastikan setiap bagian dermaga terpasang dengan tepat tanpa perlu membongkar ulang. Seluruh proses pembangunan juga menerapkan standar ramah lingkungan dengan pengawasan ketat dari Dinas Lingkungan Hidup dan otoritas pelabuhan,” jelas Adjib.
Baca Juga: BULOG Salurkan Bantuan Pangan di Papua Selatan, Menteri Kabinet Merah Putih Hadir Langsung
Selain penerapan teknologi, tantangan lain muncul karena lokasi proyek hanya dapat diakses melalui jalur laut.
Untuk mengatasinya, Hutama Karya melakukan pendekatan kepada pemilik jalur darat agar proses pengiriman material lebih efisien.
“Pembangunan dermaga dilakukan menggunakan kapal tongkang besar yang dilengkapi berbagai alat berat untuk mengangkut dan memasang material di tengah laut."
Baca Juga: Kepulauan Seribu: Liburan Singkat yang Bikin Susah Move On
"Tim proyek juga menerapkan prinsip efisiensi dengan memanfaatkan kembali sisa potongan material baja sebagai struktur pendukung tambahan, dan konstruksi sistem precast sehingga meminimalkan pemborosan material,” ungkap Adjib.
Dampak Ekonomi dan Kontribusi Energi Nasional
Proyek ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi lokal. Total man-hour mencapai 2 juta jam kerja tanpa insiden fatal, dengan ratusan pekerja terlibat, termasuk 30% tenaga kerja lokal dari Kalimantan Timur.
Baca Juga: Pertamina Dukung 110 Inovasi Sosial Anak Muda Lewat PFmuda 2025
Masyarakat sekitar juga mendapat keuntungan tambahan, misalnya meningkatnya pendapatan dari sektor transportasi laut akibat bertambahnya permintaan jasa speed boat menuju lokasi proyek.
“Sementara itu program tanggung jawab sosial juga kami lakukan meliputi perbaikan akses jalan kampung dan pemanfaatan fasilitas tempat tinggal serta layanan katering yang seluruhnya dari masyarakat lokal,” kata Adjib.
Lebih jauh, keberadaan TBBM Tanjung Batu akan mendukung peningkatan kapasitas kilang RU-V Balikpapan dari 260 barel per hari menjadi 360 barel per hari.
Baca Juga: KAI Bandara Dorong UMKM Klungkung Go Digital Lewat Relawan Bakti BUMN Batch VIII
Fasilitas ini mampu memangkas biaya dan waktu distribusi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada metode Ship To Ship yang lebih mahal dan tidak fleksibel.
“Proyek ini menjadi tulang punggung distribusi BBM terutama di Kalimantan Timur dengan meningkatkan kecepatan dan kapasitas distribusi yang selaras dengan kapasitas produksi kilang. Hal ini berkontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional,” tegas Adjib Al Hakim.
Artikel Terkait
Hutama Karya Fasilitasi 792 UMKM di Rest Area Trans Sumatera untuk “UMKM Maju Berkelanjutan”
Hutama Karya Rampungkan Tol IKN Seksi 3A, Percepat Perjalanan Balikpapan–IKN Jadi Hanya Satu Jam
Hutama Karya Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat 42 Proyek Infrastruktur Air di Momen 80 Tahun Kemerdekaan RI
80 Tahun Kemerdekaan RI, Hutama Karya Hadirkan 22 Rumah Sakit dan 12 Fasilitas Pendidikan
Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota: Perpaduan Desain Kontekstual dan Konektivitas Mod