Kolaborasi Jadi Kunci, PTPN IV Regional III Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 06:30 WIB
Kesejahteraan petani sawit jadi prioritas, PTPN IV Regional III hadir dengan inisiatif kolaborasi berkelanjutan.
Kesejahteraan petani sawit jadi prioritas, PTPN IV Regional III hadir dengan inisiatif kolaborasi berkelanjutan.

Seiring waktu, perusahaan yang saat ini masih bernama PTPN V meluncurkan revitalisasi perkebunan pada 2012 hingga2014.

Baca Juga: Desa Golo Mori, Mutiara yang Masih Terpendam di Labuan Bajo, Flores

Program tersebut ditujukan untuk membantu petani melakukan peremajaan sawit yang mulai renta dan tidak lagi produktif, hingga akhirnya program tersebut dikembangkan lebih komprehensif melalui PSR.

"Alhamdulillah, sampai saat ini, lebih dari 10.700 hektare kebun sawit rakyat telah diremajakan oleh PTPN IV Regional III.

"Capaian ini tak hanya memberi harapan baru bagi petani, tetapi juga memperlihatkan bagaimana model kemitraan yang dirancang secara tepat dapat menjadi instrumen nyata dalam mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani," tuturnya.

Baca Juga: PDC Dukung Dunia Pendidikan Lewat Keterlibatan di Pertamina Energi Negeri 8.0

Pria berkacamata itu menjelaskan, keberhasilan PSR tak lepas dari three layer strategy yang diterapkan perusahaan.

Dimulai dari Pola Manajemen Tunggal (Single Management), padat karya atau cash for works, dan penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat.  

Untuk pola single management, ia menjelaskan petani tetap menjadi pemilik lahan, namun seluruh proses pengelolaan-dari teknis, agronomis hingga manajerial-diintegrasikan secara profesional oleh manajemen PTPN.

Baca Juga: Berkontribusi dalam Mendorong Literasi Keuangan, BNI Raih Dua Penghargaan OJK

Dampaknya, produktivitas petani meningkat drastis dibandingkan dengan yang tidak menerapkan pola yang sama.

Begitu juga pendapatan petani mitra yang saat ini tercatat mencapai rata-rata Rp12 juta per bulan per kavling.

Kebijakan ini, kata dia, bukan hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga petani, tapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi desa secara lebih merata.

Baca Juga: Jakarta Dessert Week 2025 Resmi Hadir, Rayakan Kreativitas Kuliner Nusantara

Tak hanya itu, pendekatan manajemen tunggal juga memungkinkan standarisasi praktik berkelanjutan, termasuk pemupukan berimbang, rotasi panen, serta pengelolaan lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini