Ia merinci, PLTP Kepahiang berkapasitas 110 megawatt (MW) yang berlokasi di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong saat ini memasuki tahap finalisasi pemilihan mitra strategis. Nantinya listrik yang dihasilkan akan disalurkan ke Gardu Induk (GI) Pekalongan di Kabupaten Kepahiang.
Baca Juga: Wajib Coba! 7 Street Food Thailand yang Harus Dicicipi Saat Liburan ke Sini
Selain itu, PLN juga menggarap proyek PLTP Hululais 110 MW di Kabupaten Lebong. Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) pada tahun 2028.
PLTP Hululais akan memanfaatkan sumber energi panas bumi dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), dengan hasil listrik yang dialirkan ke GI Pekalongan di Kabupaten Kepahiang.
“Melalui pengembangan PLTP di berbagai daerah, PLN tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi hijau, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan penyerapan tenaga kerja,” pungkas Suroso. ***
Artikel Terkait
PLN Resmikan Empat SPKLU Center Baru Sebagai Hadiah HUT RI ke-80
Rutin Transaksi di PLN Mobile, Peluang Menang Hadiah Gelegar PLN Mobile 2025 Makin Besar
Semarakkan Kemerdekaan, PLN Enjiniring Resmikan SPKLU Tiang Pertama di Sumatra
Komitmen Hadirkan PLTN, Pemerintah dan PLN Bidik Energi Andal untuk Masa Depan
PLN Peduli dan Dompet Dhuafa Sulsel Gulirkan Pendidikan Literasi untuk Ekonomi Digital Desa Berdaya