Sementara pada 2029, card payments diperkirakan aman menjadi Rp 1.379,4 triliun (US$87 miliar), dengan CAGR sekitar 8,8%.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Rangkul Ratusan Desa, Kemeriahan HUT RI di Riau Kian Berwarna
Melihat tren perkembangan pasar prepaid card serta nilai transaksi kartu pembayaran tersebut, maka setelah rampung menggarap produksi smartcard milik dua bank terbesar di Indonesia itu, Delvia menjelaskan, Perseroan pun menargetkan untuk dapat menggarap kebutuhan prepaid card di sektor transportasi, perbankan dan financial technology, e-money berbasis kartu, serta giftcard ritel.
“Terdapat potensi dengan market size yang setara dengan Rp 525–930 triliun pada tahun 2025 untuk digarap,” ungkapnya.
Harapannya, konsistensi PT INTI (Persero) untuk berkolaborasi serta memberikan solusi yang mempermudah keberlanjutan bisnis, secara spesifik akan mendukung pertumbuhan industri domestik melalui kemandirian manufaktur nasional, dan meningkatnya daya saing Indonesia di kancah global, terutama dalam penguasaan teknologi semikonduktor untuk pasar domestik.***
Artikel Terkait
Upacara Peringatan HUT ke-79 RI di IKN, PT INTI Memastikan Suplai Kebutuhan Internet di IKN Terpenuhi dan Siap Digeber
Menilik e-KTP Reader, Produk Serbabisa Besutan PT INTI (Persero) dengan Local Content Tertinggi di Indonesia
PT INTI (Persero) Resmikan Kampus Internasional Double Degree Deakin Lancaster Indonesia University
PT INTI Catatkan OverachievementĀ di Awal 2025, Dua Lini Bisnis Jadi Pendongkrak Utama
Anak Usaha PT INTI Siap dengan Teknologi e-Voting untuk Digitalisasi Pilkades Secara Nasional