“Gerbang-gerbang tol itu adalah ‘pintu gerbang’ citra Bandung. Revitalisasi dan penempatan ikon strategis dapat menjadi titik temu antara fungsi infrastruktur dan narasi kota menjadi landmark ketika masyarakat memasuki Bandung,” ucap Farhan.
Baca Juga: Jamkrindo dan BNI Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Penjaminan Bank Garansi
Selain melakukan kunjungan ke Pemkot Bandung, rombongan Jasa Marga juga melakukan kunjungan ke Rest Area Travoy KM 88A Ruas Tol Cipularang untuk memastikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) terpenuhi serta menjajaki peluang pengembangan lini bisnis dan kemitraan di fasilitas rest area.
Penyelarasan arah kepemimpinan dan penekanan pada keunggulan layanan operasional juga dilakukan dalam kunjungan ke Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (RO3 JMT).
Hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Direktus Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, dan Direktur Pengembangan Usaha M. Agus Setiawan.
Harapan dari inisiatif ini adalah terciptanya sinergi yang mengubah gerbang tol menjadi titik kebanggaan kota sekaligus memperkaya pengalaman pengguna jalan: dari sekadar melewati gerbang menjadi momen orientasi visual yang kuat.
Di sisi ekonomi, peningkatan kualitas gerbang dan rest area dipandang dapat mendorong aktivitas ekonomi di sekitarnya serta menambah daya tarik wisata.
Secara tata kelola, model kolaborasi yang disepakati akan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, keberlanjutan, dan mitigasi risiko operasional agar manfaat bagi publik menjadi optimal.***
Artikel Terkait
Jasa Marga Melayani 1,1 juta Kendaraan di Libur Hari Kemerdekaan RI
Dengan Pengalaman dan Beragam Layanannya, KAI Services Jajaki Kolaborasi dengan Jasa Marga
Rekor MURI untuk Jasa Marga: Hadirkan Hybrid Wind Tree di Gerbang Tol
Jasa Marga Fokus Pulihkan Layanan di Gerbang Tol Cawang–Tomang–Pluit Pasca Aksi Unjuk Rasa
Jasa Marga Percepat Proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi, Katalis Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur