Ia mengungkapkan bahwa pesantren telah memproduksi tempe secara mandiri selama sembilan tahun terakhir untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren.
Baca Juga: Menjelajahi Pesona Hanoi: Rekomendasi Destinasi Wisata Ikonik di Ibu Kota Vietnam
“Alhamdullilah, produksi tempe masih terus berjalan baik, ditambah lagi sekarang mendapatkan dukungan,” ujarnya.
Selain pembangunan rumah produksi, PDC turut menyediakan berbagai fasilitas produksi tempe, seperti bak perendam kacang kedelai, panci pengukus, mesin mixer, mesin spiner untuk pengeringan kedelai, plastik kemasan, serta dukungan sertifikasi halal.
Berdasarkan pelatihan yang telah diberikan, produksi tempe Ponpes Tarbiyatul Ath’fal kini dipastikan memenuhi standar kualitas, lolos quality control (QC), dan telah tersertifikasi halal.
Baca Juga: Internship Telkom Indonesia: Kesempatan Magang Finance Support GBD 2025
Program Tempesantren ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 10 tentang pengurangan kesenjangan.***
Artikel Terkait
PDC Raih TOP CSR Awards 2025 Berkat Keberhasilan Program-program TJSL Unggulannya
Bangkitkan Ekonomi Pesantren di Indramayu, PDC Hadirkan Program Inovatif Tempesantren
Program Pelatihan PDC Berbuah Prestasi, Raih Dua Emas di Ajang TJSL & CSR Award 2025
PDC Hadirkan Perta Shoes dan Perta Gloves, APD Berkualitas Tinggi untuk Perkuat Keselamatan di Industri Migas
PDC Dukung Dunia Pendidikan Lewat Keterlibatan di Pertamina Energi Negeri 8.0