Camat Kuta Selatan, Dr. I Ketut Gede Arta, AP, SH, M.Si, menegaskan bahwa kolaborasi lintas stakeholder menjadi fondasi utama penyelenggaraan The Nusa Dua Festival 2025.
“Kami melihat festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk merawat identitas lokal melalui sinergi pemerintah, desa adat, komunitas seni, dan pengelola kawasan.
Baca Juga: Jaga Keselamatan dan Kenyamanan, KAI Sediakan 79 Griya Karya untuk Istirahat Awak Kereta
"Dukungan bersama inilah yang memastikan pelestarian budaya tetap berjalan beriringan dengan perkembangan pariwisata, sehingga warisan tradisi dapat terus hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Dari sisi seni visual, NDF 2025 juga menampilkan mural publik karya seniman muda Bali, Dwyma Bima, bertajuk Beauty Harmony yang sekaligus menjadi ikon visual festival tahun ini.
“Karya ini terinspirasi dari perempuan Bali sebagai simbol harmoni dan keseimbangan. Saya ingin menunjukkan bahwa mural bukan sekadar dekorasi, melainkan media komunikasi budaya yang bisa dirasakan lintas generasi,” ungkap Dwyma.
Baca Juga: Pantai Raemea di Sabu Raijua: Surga Tersembunyi dengan Tebing Karang Hitam
Mural Beauty Harmony dikerjakan selama 11 hari dengan penggunaan lebih dari 450 liter cat, menjadikannya proyek mural terbesar yang pernah digarap sang seniman.
Karya tersebut sekaligus menorehkan sejarah sebagai helipad pertama di Bali yang dihias secara estetik, menghadirkan visual kontemporer yang berpadu harmonis dengan filosofi budaya lokal.
Saat ini, ITDC menghadirkan program 9.9 BIG SALE yang berlangsung pada 9–15 September 2025, dengan potongan harga hingga 25% untuk seluruh kategori tiket presale.
Baca Juga: Penyaluran Banpang Hampir Tuntas, BULOG Catat Realisasi 99,29 Persen
Tiket 1 Day Pass dapat diperoleh mulai dari Rp56.250, sedangkan 2 Day Pass tersedia dengan harga Rp75.000 melalui platform resmi www.loket.com/event/nusaduafestival.
NDF 2025 lahir dari proses kurasi yang kolaboratif, melibatkan seniman, tokoh adat, pengelola hotel, hingga pelaku kreatif.
“Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi juga pada konteks, keterlibatan komunitas, serta kesinambungan dampak bagi kawasan The Nusa Dua,” tutup Troy.***
Artikel Terkait
Semester I 2025, ITDC Catat Capaian Solid di The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golomori
Circle K Run 2025 The Nusa Dua: Lari Penuh Warna, Musik Tanpa Batas
ITDC Gelar “Green Journey” Bersama Media di The Nusa Dua, Dukung Pertanian Organik dan Keberlanjutan di Desa Kedisan
Prestasi Berkelanjutan, The Nusa Dua Terima Penghargaan Bali Leading Sustainable Tourism 2025
Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan di The Nusa Dua, ITDC Gelar Pelatihan K9