Brantas Abipraya Garap Bendungan Cabean, Jawaban atas Krisis Air di Blora

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 10 September 2025 | 11:00 WIB
Pembangunan Benduungan Cabean yang berlokasi di Desa Karanganyar dan sebagian di Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah oleh Brantas Abipraya.
Pembangunan Benduungan Cabean yang berlokasi di Desa Karanganyar dan sebagian di Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah oleh Brantas Abipraya.

Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menegaskan perannya sebagai BUMN konstruksi yang fokus pada pembangunan infrastruktur sumber daya air.

Saat ini, perusahaan tengah menggarap Bendungan Cabean yang berada di Desa Karanganyar dan sebagian wilayah Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Proyek strategis ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan kekeringan yang kerap melanda Blora.

Baca Juga: TOP GRC Awards 2025, WIKA Realty Borong Dua Penghargaan termasuk Predikat 5 Stars

Kehadiran bendungan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air baku, tetapi juga akan mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), Brantas Abipraya membangun Bendungan Cabean ini sebagai salah satu langkah strategis perkuat misi untuk meujudkan program Asta Cita, memperkokoh ketahanan air dan juga pangan yang menjadi salah satu prioritas utama,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Bendungan Cabean dibangun dengan kapasitas tampung sebesar 2,58 juta meter kubik, sehingga bendungan ini mampu menyediakan 127 liter air per detik, yang di distribusikan untuk Kabupaten Pati sebesar 100 liter per detik dan Kabupaten Blora sebesar 27 liter per detik.

Baca Juga: 4 Tempat Menikmati Es Krim Jadul yang Legendaris di Indonesia

Tampak dari atas pembangunan Bendungan Cabean.

Pasokan ini akan memenuhi kebutuhan air lebih dari 154 ribu jiwa sekaligus mendukung irigasi bagi 80 hektar lahan pertanian di Daerah Irigasi Karanganyar, dengan target peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 175% menjadi 275%, sehingga petani dapat menanam padi–padi–palawija sepanjang tahun.

Tidak hanya itu, Bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir dengan kemampuan mereduksi potensi genangan hingga 5,32 hektar di Kecamatan Todanan.

Baca Juga: The Return of Beauty Harmony: Kembalinya Pesona Seni, Budaya, dan Harmoni di Peninsula Island, The Nusa Dua

Fungsi tersebut kian lengkap dengan potensi pengembangan energi terbarukan melalui PLTS berkapasitas 10 MW, serta peluang menjadikan kawasan bendungan sebagai pusat wisata air dan agrowisata yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat Blora.

Dengan hadirnya Bendungan Cabean, masyarakat Blora dan sekitarnya tidak hanya akan terbantu dalam mengatasi kekeringan, tetapi juga memperoleh manfaat berkelanjutan dari sisi ketahanan pangan, energi, hingga peluang ekonomi baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini