BRI dan Hutama Karya Wujudkan Transformasi Konstruksi Modern di Ragunan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 10 September 2025 | 15:00 WIB
Hutama Karya dan BRI terapkan Lean Construction di proyek IT Center Ragunan, jadi benchmark nasional dengan efisiensi jadwal 18,7% dan target rampung Desember 2025. (Dok. Hutama Karya)
Hutama Karya dan BRI terapkan Lean Construction di proyek IT Center Ragunan, jadi benchmark nasional dengan efisiensi jadwal 18,7% dan target rampung Desember 2025. (Dok. Hutama Karya)

Kabar BUMN – Pembangunan Kawasan IT Center Bank Rakyat Indonesia (BRI) Ragunan Paket 2 yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) meraih apresiasi dari para pakar manajemen konstruksi dunia.

Ikatan Ahli Lean Construction Management (IAMKRI) berkunjung langsung pada Kamis (28/8) untuk meninjau penerapan Lean Construction yang mampu meningkatkan efisiensi jadwal hingga 18,7%.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Prof. Ir. Muhammad Abduh, M.T., Ph.D, Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB sekaligus Ketua Umum IAMKRI; Doanh Do, pendiri Lean Construction Blog asal Amerika Serikat; serta Disaintina Ari Nusanti, Direktur Keselamatan dan Keberlanjutan Konstruksi Kementerian PU.

Baca Juga: 4 Desa Adat di Bali dengan Cerita dan Keunikannya Masing-masing

Agenda ini menjadi wujud kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan regulator dalam mendorong penerapan Lean Construction secara nasional demi kemajuan industri konstruksi Indonesia.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyebutkan bahwa pengakuan dari para pakar internasional memperkuat posisi perusahaan dalam menerapkan standar global.

“Apresiasi dari para ahli Lean Construction dunia menegaskan bahwa BUMN Indonesia mampu bersaing dengan praktik konstruksi internasional,” ujar Adjib.

Baca Juga: Ulubelu Ikut Bergerak, Warga Lokal Jadi Bagian Ekosistem Green Hydrogen Pertamina

Proyek ini menjalankan Lean Construction secara menyeluruh, mulai dari sistem penjadwalan berbasis system dan takt plan, komitmen kerja yang dapat diandalkan, pengawasan untuk meminimalisir pemborosan, keterlibatan pekerja lapangan dalam perencanaan, hingga penggunaan sistem informasi visual yang mudah dipahami.

Hasil penerapan ini mempercepat target penyelesaian yang semula April 2026 menjadi Desember 2025.

“Penerapan Lean Construction memungkinkan progres dipantau hingga level subkontraktor dan mandor, sehingga masalah dapat terdeteksi sejak dini dan koordinasi antar tim semakin solid,” tambah Adjib.

Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy Perkenalkan Teknologi AEM di Ulubelu, Produksi Green Hydrogen Semakin Nyata

Tak hanya itu, proyek ini turut mengintegrasikan Building Information Modeling (BIM) untuk perencanaan dan evaluasi yang lebih detail, dipadukan dengan prinsip kerja bersih dan terstruktur.

Pengakuan dari Pakar Internasional

Doanh Do menilai langkah Hutama Karya patut dijadikan contoh. “This reflects the organization's growing maturity in meeting global standards.

Baca Juga: September Ceria di Aviary Park Indonesia, Tiket Premium Gratis untuk Kamu yang Ulang Tahun!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini