Di mana saat ini sudah terpetakan potensi klaster hidrogen di Sumatra, Sulawesi, dan Jawa.
Pertamina juga mengembangkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk menekan emisi dari operasi migas.
Baca Juga: DAMRI Resmikan Loket Tiket Baru di Kantor Pusat Jakarta Timur
Salah satu proyek potensial ada di Asri Basin, Laut Jawa, dengan kapasitas penyimpanan lebih dari 1 gigaton.
Oki menegaskan, seluruh langkah ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi emisi global, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengurangi impor, membuka lapangan kerja, serta menciptakan ekosistem energi hijau di Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina berkomitmen mengembangkan energi hijau di Tanah Air untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan swasembada energi.
Baca Juga: Mau Magang di BUMN? Kimia Farma Cari Intern Quality Management
Dengan berkembangnya energi alternatif ini, masyarakat memiliki beragam sumber energi untuk memenuhi kebutuhan mobilitasnya.
"Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina mengambil langkah besar untuk terus berinovasi dan mengembangkan berbagai sumber energi baru terbarukan, yang berdampak positif bagi lingkungan serta menggerakan perekonomian nasional," jelas Fadjar.***
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Dukungan Penuh pada Ekosistem Hidrogen Hijau Pertamina
Pertamina Geothermal Energy Perkenalkan Teknologi AEM di Ulubelu, Produksi Green Hydrogen Semakin Nyata
Ulubelu Ikut Bergerak, Warga Lokal Jadi Bagian Ekosistem Green Hydrogen Pertamina
Pertamina Bekali Jurnalis Sumbagteng dengan Tips AJP 2025 untuk Dorong Karya Berkualitas
Pertamina Umumkan 16 Tim Lolos Final Nasional Energy Debate Championship 2025