Dari seluruh program tersebut, Pertamina mencatat dampak besar bagi masyarakat.
“Dari 176 DEB Pertamina, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh 186.316 penerima manfaat termasuk 42 warga dengan disabilitas, dapat menghasilkan energi listrik dari energi terbarukan sebesar 757.759 Watt Peak (Wp).
Baca Juga: Brantas Abipraya Perkuat SDM Lewat Program Beasiswa Anak Asuh
"Serta pengurangan emisi karbon sebesar 729.808 Ton CO2eq per tahun.
"Program DEB berdampak pada penciptaan nilai ekonomi masyarakat desa sebesar 3,7 miliar per tahun,” terang Fadjar.
Melalui Desa Energi Berdikari, Pertamina berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata energi berkelanjutan sekaligus memperoleh peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan.
Baca Juga: Masih Melayani Sampai Sekarang, Ini 4 Toko Tertua di Tokyo, Jepang
Program ini juga menjadi bukti konsistensi Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan bagi pembangunan sosial dan ekonomi desa.
Desa Energi Berdikari sendiri merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, yang mendukung Asta Cita Presiden RI nomor 6: membangun desa dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).***
Artikel Terkait
Pertamina Sumbang Rp225,6 Triliun ke Negara hingga Juli 2025, Perkuat Ekonomi Nasional
Semester I 2025, Pertamina Catat Kinerja Positif di Tengah Tantangan Global
Pertamina Bangun Pilot Plant Green Hydrogen di Ulubelu, Ciptakan Serapan Tenaga Kerja dan Investasi Energi Bersih
Pertamina Hulu Energi ONWJ dan Pemkab Cirebon Resmikan Desa Wisata Suranenggala
Pertamina Siapkan Roadmap 2025–2029 untuk Wujudkan Swasembada Energi Nasional