IFG Masuk Daftar Fortune Indonesia 100 Tahun 2025, Bukti Keberhasilan Transformasi Berkelanjutan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 14 September 2025 | 08:00 WIB
Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, berhasil masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025. (ifg.id)
Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, berhasil masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025. (ifg.id)

Kabar BUMN - Indonesia Financial Group (IFG), yang merupakan bagian dari Danantara Indonesia, berhasil menorehkan prestasi dengan masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2025.

Daftar bergengsi ini memuat seratus perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan kinerja keuangan tahun 2024.

Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi berkelanjutan yang dijalankan IFG dengan berlandaskan tata kelola perusahaan yang baik serta manajemen risiko yang kuat.

Baca Juga: DAMRI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Cek Syaratnya!

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa pengakuan ini merupakan wujud kepercayaan publik terhadap konsistensi transformasi yang dijalankan perusahaan.

“Masuknya IFG ke dalam daftar Fortune Indonesia 100 tidak semata menunjukkan besarnya skala usaha, tetapi juga validasi bahwa IFG mampu menjaga komitmen melakukan tranformasi secara berkelanjutan dengan mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang terukur,” ujarnya di Jakarta.

Sejak awal perjalanan transformasinya, IFG fokus memperkuat struktur organisasi, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta menjunjung tinggi transparansi kepada para pemangku kepentingan.

Baca Juga: 4 Desa Tercantik di Dunia, Hampir Semuanya Berada di Negara Maju dan Modern

Penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif membuat IFG semakin adaptif dalam menghadapi dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompleks.

“Pencapaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang IFG dalam membangun fondasi perusahaan yang tangguh.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat tata kelola dan mekanisme manajemen risiko yang adaptif agar pertumbuhan usaha berjalan seimbang dengan kepentingan pemangku kepentingan serta pembangunan ekonomi nasional,” tutup Denny.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini