Sampah Organik Tak Lagi Terbuang, ITDC Kembangkan Program Eco Enzyme Bersama Warga Benoa

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 1 Juni 2026 | 10:30 WIB
Bersama masyarakat Benoa, ITDC mengembangkan pengolahan eco enzyme sebagai langkah nyata mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Bersama masyarakat Benoa, ITDC mengembangkan pengolahan eco enzyme sebagai langkah nyata mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kabar BUMN – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme bertajuk Green Movement: Eco Enzyme Action di Gedung Wantilan ITDC, kawasan The Nusa Dua, Bali, pada Jumat (29/5).

Kegiatan ini melibatkan masyarakat Benoa sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas sekaligus mendukung kawasan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Pelatihan diikuti 30 peserta yang terdiri atas 18 pedagang Pantai Paguyuban The Nusa Dua, serta 12 perwakilan masyarakat Kelurahan Benoa melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Baca Juga: Libatkan Lebih dari 700 Pekerja Lokal, Pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara Dorong Ekonomi Warga

Selain itu, Kasi Pembangunan Kelurahan Benoa, I Wayan Widiana yang mewakili Lurah Benoa; Ketua LPM Benoa, I Made Muliasa; serta jajaran ITDC juga turut hadir.

Made Purnama Damayanti, Vice President Commercial & Relation The Nusa Dua, mengatakan, pelatihan ini sebagai langkah membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan yang sederhana, tetapi dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Eco enzyme menjadi salah satu langkah sederhana yang tidak hanya membantu mengurangi residu sampah, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sehari-hari.

Baca Juga: Pencari Kerja Merapat, PT MUM Rekrut Account Officer untuk Penempatan 4 Wilayah di Sumut

"Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman baru, tetapi juga terdorong untuk menerapkan praktik-praktik ini secara konsisten dan membagikannya di lingkungan masing-masing. Sehingga secara bertahap dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Di dalam pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman sekaligus praktik langsung pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun pembersih ramah lingkungan.

Pelatihan menghadirkan I Made Tirta Jati, Ketua Unit TPS3R Sadu Sumerta Kaja, Denpasar, sebagai narasumber.

Baca Juga: Magang PELNI 2026 Dibuka! Mahasiswa S1 Bisa Daftar hingga 2 Juni, Simak Syaratnya

Tak berhenti pada sesi pelatihan, program ini juga dilanjutkan dengan memberikan pendampingan selama dua bulan untuk memantau pembuatan eco enzyme oleh peserta, memastikan penerapan materi, sekaligus mendokumentasikan hasil praktik pengolahan sampah secara mandiri.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC yang selaras dengan pengembangan masyarakat (community development) di kawasan The Nusa Dua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini