"Tentu, harapannya tidak ada kondisi darurat yang terjadi, namun kesiapan menjadi hal yang penting,” ujarnya.
Baca Juga: Ada Loker BUMN untuk Lulusan S1 dari DAMRI, Simak Posisi Serta Kualifikasinya
Sementara itu, Field Manager Papua, Ardi, menegaskan bahwa Program SELARAS merupakan wujud nyata dukungan perusahaan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kampung Adat Malasigi.
“Dengan pendampingan yang tepat, masyarakat dapat memperoleh bekal pengetahuan yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan ekowisata yang lebih aman,” ucapnya.
Lebih dari sekadar pelatihan, inisiatif ini juga memperkuat peran masyarakat—termasuk pengelola ekowisata—sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi di Papua Barat Daya.
Baca Juga: Cekrek-Cekrek Sambil Chill di Telaga Claket, Hidden Gem di Wonogiri
Program ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being).
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), misalnya, berkontribusi pada target SDG 3.d, yaitu “Meningkatkan kapasitas semua negara, khususnya negara berkembang, untuk peringatan dini, pengurangan risiko, dan manajemen risiko kesehatan nasional dan global.”***
Artikel Terkait
PEP Papua Raih Penghargaan dari Pemkab Sorong atas Upaya Aktif Membina dan Mengembangkan Tenaga Alih Daya Lokal
Eksplorasi BIT-001 Dimulai dengan Upacara Adat, SKK Migas–PEP Papua Hadir Langsung
Dukung Ekonomi Pesisir, SKK Migas dan PEP Papua Salurkan 200 Alat Tangkap Kepiting untuk Empat Kampung di Papua Barat Daya
Dukung Ketahanan Pangan, SKK Migas dan PEP Papua Serahkan Mesin Parut Sagu di Sorong
Tanam Mangrove & Coastal Clean-Up: SKK Migas-KKKS PEP Papua Bawa Energi Positif ke Sorong