Pada semester I-2025, perusahaan meraih pendapatan ₱2,66 miliar (USD 134 juta) dengan laba bersih tumbuh 38% menjadi ₱630 juta (USD 32 juta).
Baca Juga: Krakatau Steel di Persimpangan Strategis, Menyalakan Kembali Api Baja untuk 2025
Seiring dengan capaian tersebut, harga saham CREC juga melonjak 32% sejak awal tahun.
Secara lingkungan, PLTS Batangas diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 265.933 ton CO₂e per tahun.
Jika disetarakan dengan penyerapan karbon satu pohon sebesar 25 kg, maka kontribusi proyek ini setara dengan penanaman lebih dari 12 juta pohon.
Baca Juga: Jumlah Penumpang KA PSO Railink Tembus 3,6 Juta, Naik Hampir 18 Persen
Selain itu, PLTS ini diperkirakan dapat memasok listrik bersih bagi 158.300 rumah tangga.
Dampak positif ini sejalan dengan aspirasi Pertamina untuk mendorong transisi energi di kawasan ASEAN.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan dukungan Pertamina terhadap langkah Subholding dan Anak Perusahaan dalam mengembangkan energi bersih.
"Pertamina sebagai pemimpin transisi energi di Indonesia berharap dapat ambil peran dalam transisi energi bersih di Kawasan Asia Tenggara.
"Hal ini sejalan dengan fokus Pertamina dalam pengembangan energi terbarukan," ujar Fadjar.***
Artikel Terkait
Percepatan Energi Bersih Global, Pertamina NRE dan Verso Energy Prancis Jalin Kerja Sama Strategis
Edukasi EBT, Pertamina NRE Ajak Generasi Muda Wujudkan Transisi Energi
Wujudkan Ketahanan Energi Nasional, Pertamina NRE Agresif Tingkatkan Kapasitas Energi Terbarukan di Semester I
Kapasitas Naik 14%, Investasi Pertamina NRE di Perusahaan Energi Filipina Berbuah Hasil
CEO Pertamina NRE Dorong Kolaborasi Lintas Negara untuk Percepat Transisi Energi Global