"Ekosistem sektor produktif yang berorientasikan ekspor memperkuat pembiayaan pada segmen bisnis industri dan menjadi landasan bagi UMKM serta ritel untuk terus berkembang,” jelas Novita.
Baca Juga: Gang-gang Sempit di Jakarta yang Sudah Lama Terkenal Sebagai Surganya Kuliner
Segmen UMKM turut menunjukkan kinerja kuat, di mana kredit mikro produktif tumbuh 12,6% yoy pada akhir kuartal II 2025. Capaian ini memperkuat kontribusi Bank Mandiri dalam mendukung ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan kerja di berbagai daerah.
“Kami menjaga agar pertumbuhan aset tetap berkualitas, dengan fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang memiliki potensi besar dalam mendukung produktivitas nasional dan penyerapan tenaga kerja,” tambah Novita.
Kinerja positif ini turut diiringi prinsip kehati-hatian. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross Bank Mandiri terjaga di level 1,08% (bank only), lebih baik dari rata-rata industri sebesar 2,22% menurut data OJK Juni 2025.
Baca Juga: Bank Mandiri Perluas Layanan Wealth Management lewat Mandiri Private Office Surabaya
Rasio pencadangan atau NPL Coverage Ratio juga berada di angka 273%, menunjukkan ketahanan finansial yang solid dalam mengantisipasi risiko.
“Komitmen kami adalah memastikan pertumbuhan kredit yang sehat dengan manajemen risiko yang disiplin. Dengan cara ini, profitabilitas dapat terjaga secara konsisten,” tegas Novita.
Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri pun tumbuh solid, mencapai Rp 1.828 triliun atau naik 10,7% yoy per Juni 2025, di atas rata-rata industri. Pertumbuhan ini didorong oleh dana murah (CASA) yang mencapai 78,4%, memperkuat likuiditas serta efisiensi biaya dana.
Baca Juga: Magang 6 Bulan di PT Semen Gresik, Pelatihan dan Cuti
“Kami secara konsisten akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang berbasis ekosistem dan digitalisasi."
"Fokus utama kami adalah meningkatkan CASA berbasis transaksional baik di segmen wholesale maupun retail untuk menjaga biaya dana tetap efisien. Strategi ini kami lakukan agar Bank Mandiri tetap menjadi main transactional bank bagi nasabah,” tambah Novita.
Optimalisasi CASA juga menjadi strategi penting untuk memperkuat struktur likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit berkelanjutan.
Baca Juga: Benarkah Poundfit Bisa Mengecilkan Perut? Ini Penjelasannya!
Performa Digital Platform Semakin Solid
Artikel Terkait
Livin’ Merchant Bank Mandiri Raih Penghargaan Internasional untuk Inovasi UMKM
Bank Mandiri Luncurkan Fitur SBN Sekunder di Livin’, Investasi Kini Makin Mudah dan Terjangkau
Bank Mandiri Fokus Salurkan Rp55 Triliun untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Fest 2025, Ruang Kolaborasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
Bank Mandiri Perluas Layanan Wealth Management lewat Mandiri Private Office Surabaya