Lebih jauh, Green House ini direncanakan terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: BULOG Salurkan 52.400 Ton Jagung Pakan Lewat Program SPHP, Petani dan Peternak Sama-Sama Dilindungi
Dengan sistem hidroponik, siswa dapat mengamati proses pertumbuhan hingga panen hanya dalam waktu 40–46 hari.
Pendekatan ini diharapkan memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus menumbuhkan minat pada bidang sains dan teknologi.
Selain sisi edukasi, program ini juga selaras dengan upaya pemerintah mendukung ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Dorong Budaya Perusahaan Lewat BREATH Session ke-23
Melalui pembelajaran hidroponik, siswa bukan hanya mendapat ilmu, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin memastikan setiap program CSR Elnusa dapat memberikan dampak yang berkesinambungan.
"Green House ini bukan hanya simbol penghijauan, tetapi juga wadah pembelajaran yang akan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” tambah Rustam.
Langkah Elnusa ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas.
Melalui Green House SMPN 1 Muara Badak, Elnusa menegaskan kontribusinya tidak hanya di sektor energi, tetapi juga di bidang lingkungan dan pendidikan demi masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Leading Forward, Energizing Impact: Elnusa Catat Pertumbuhan Pendapatan 10%, Mantapkan Langkah Capai Target Tahun 2025
Elnusa Hadirkan Program Beasiswa Edukasi Sobat Bumi (BEST) untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Elnusa Wujudkan Aksi Nyata Adopsi & Konservasi Orangutan Demi Masa Depan Ekosistem
Elnusa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dengan Mengoptimalkan Tenaga Lokal
Elnusa Sukses Gelar Journalistic Award 2025, Apresiasi Media Pendukung Kemajuan Energi