Kolaborasi ini menggabungkan keahlian manufaktur komponen logam, dies & jig fabrication, hingga product engineering solution.
Sementara distribusi penjualan ditangani oleh PT Krakatau Niaga Indonesia.
Dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60%, produk ini memperkuat posisi Krakatau Steel sebagai pionir hilirisasi baja nasional.
Baca Juga: 5 Cara yang Perlu Dilakukan untuk Melindungi Data Pribadi Dibobol Saat Traveling
“Food Tray Krakatau Steel Group dirancang dengan standar internasional.
"Bahannya kokoh, tidak menguning, finishing rapi, dan harganya kompetitif.
"Produk ini adalah karya anak bangsa yang siap bersaing di pasar global,” kata Akbar Djohan.
Baca Juga: Promo Spesial HUT ke-80 KAI Masih Belum Berakhir, Nikmati Diskon 20% Sampai Akhir September 2025
Dukung Infrastruktur MBG dengan Dapur Modular
Selain food tray, Krakatau Steel juga mengembangkan dapur modular berbahan baja untuk mendukung operasional MBG.
Dapur modular pertama telah diresmikan di Kota Cilegon, memanfaatkan struktur baja produksi PT Krakatau Baja Konstruksi.
Baca Juga: PT MUM Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, Penempatan PNM Cabang Jakarta
“Struktur baja modular memungkinkan pembangunan dapur dilakukan cepat, efisien, dan presisi.
"Desainnya fleksibel untuk direlokasi maupun diperluas, serta tahan lama dan ramah lingkungan,” jelas Akbar.
Krakatau Steel memiliki kapasitas produksi 500–700 unit dapur modular per bulan, lengkap dengan teknologi pencucian dan pengeringan food tray demi memastikan higienitas.
Artikel Terkait
Steel Run 2025 Siap Digelar, Krakatau Steel Rayakan HUT ke-55 dengan “Stronger Synergy”
Anak Perusahaan Jasa Tirta II dan Krakatau Steel Jalin Kerja Sama
Tahan Lama dan Ramah Lingkungan, Baja Krakatau Steel Topang Dapur MBG di Cilegon
Krakatau Steel di Persimpangan Strategis, Menyalakan Kembali Api Baja untuk 2025
Perkuat Pasar Eropa, Krakatau Steel Pecah Rekor Ekspor 54.247 Ton Baja CRC ke Spanyol