Genjot Produktivitas CPO, PTPN IV Regional III Terapkan Sistem Perkebunan Berbasis Data untuk Capai Target 7 Ton per Hektare

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 29 September 2025 | 12:30 WIB
PTPN IV Regional III terus menggenjot produktivitas CPO dengan target 7 ton per hektare melalui sistem perkebunan berbasis data. (Dok. PTPN IV Regional III)
PTPN IV Regional III terus menggenjot produktivitas CPO dengan target 7 ton per hektare melalui sistem perkebunan berbasis data. (Dok. PTPN IV Regional III)

Kabar BUMN - PTPN IV Regional III, entitas kelapa sawit di bawah Sub Holding PTPN IV PalmCo, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah transformasi sistem manajemen perkebunan berbasis data, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Sabtu (26/9/2025), menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan target besar perusahaan yang ditunjuk sebagai pilot project menuju capaian produktivitas crude palm oil (CPO) sebesar 7 ton per hektare per tahun.

Baca Juga: Seperti di Luar Negeri, Pantai Pintasan di Lampung Tawarkan Panorama Unik yang Jarang Ditemui di Indonesia

“Untuk mencapai target tersebut, kami terus melakukan beragam pendekatan, termasuk memanfaatkan data berbasis statistik guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan pupuk di on-farm,” ujar pria berkacamata yang akrab disapa Gusmar itu.

Transformasi ini diawali dengan pelatihan bagi puluhan planters di lingkungan PTPN IV Regional III.

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari Politeknik Kampar sebagai pemateri, sekaligus memberikan pembekalan pemanfaatan aplikasi digital yang bermanfaat untuk mempertajam prediksi produksi di masa mendatang.

Baca Juga: Dukung Program MBG, Krakatau Steel Produksi Food Tray Berbahan Minyak Nabati Sebanyak 1 Juta Unit per Bulan

“Kami tidak lagi mengandalkan pendekatan konvensional.

"Setiap keputusan operasional, terutama pemupukan, harus didukung oleh analisis data yang tepat,” tegas Gusmar.

Pelatihan yang dipandu Afdhal, S.TP, M.Si, akademisi Politeknik Kampar, berfokus pada penguasaan tools statistik untuk menganalisis kondisi tanah, tanaman, serta lingkungan.

Baca Juga: AgenBRILink LQQ Jadi Andalan Warga Purwodadi, Layani Transaksi hingga Ratusan Juta per Hari

Data tersebut kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi teknis yang efisien dan berdaya guna.

Pendekatan berbasis data memungkinkan entitas melakukan perawatan dan pemupukan yang lebih terukur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini