Kabar BUMN – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatat pencapaian penting dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima dengan dilaksanakannya seremoni topping off pada Rabu (2/10) di Nusa Tenggara Barat.
Momen ini menandai rampungnya struktur utama bangunan sekaligus membuka tahap lanjutan untuk pekerjaan arsitektur serta sistem mekanikal, elektrikal, dan pemipaan (MEP).
Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Bima A. Rahman, Wakil Walikota Feri Sofiyan, Ketua DPRD Syamsurih, dan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bima. Hadir pula Direktur RSUD Kota Bima Faturrahman serta Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi.
Baca Juga: 4 Pantai Berpasir Putih dengan Keindahan Memesona di Kepulauan Mentawai
Per awal Oktober 2025, progres pembangunan RSUD Kota Bima telah mencapai 47,87%, atau lebih cepat sekitar 6% dari jadwal semula.
Sejak dilakukan groundbreaking pada 28 Mei 2025, pekerjaan yang telah terselesaikan mencakup struktur bawah, struktur atas, sebagian infrastruktur, dan sebagian arsitektur serta sistem MEP.
Walikota Bima memberikan apresiasi terhadap pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, tidak terasa sejak kita meletakkan batu pertama pada bulan Mei lalu, kita sudah melaksanakan topping off atau penyelesaian struktur terakhir."
Baca Juga: Hadir di Mana Saja, TASPEN Tunjukkan Dedikasi Pelayanan Lewat Andal dan 17 Ribu Titik Layanan
"Di tengah pandangan orang yang mengira proyek ini mangkrak, nyatanya strukturnya sudah berdiri dengan baik dan kini tinggal menyelesaikan bagian arsitekturnya. Kita akan buktikan bersama bahwa pembangunan ini berjalan sesuai target,” ujarnya.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, juga menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu pembangunan.
“Kami memastikan setiap tahap pembangunan dilakukan dengan standar kualitas yang sesuai dan tepat waktu, demi terwujudnya fasilitas kesehatan modern yang dapat segera melayani masyarakat Kota Bima dan sekitarnya,” kata Adjib.
Baca Juga: Hadir di Osaka Expo 2025, PT Sarinah Tegaskan Komitmen Global dan Keberlanjutan
Selama proses konstruksi, Hutama Karya menghadapi tantangan logistik, terutama karena keterbatasan fasilitas produksi beton dan kesulitan pengiriman semen di wilayah kepulauan.
Untuk mengatasinya, tim proyek membangun fasilitas ready mix di area proyek dan melakukan koordinasi intensif dengan vendor, pihak pelabuhan, serta pemerintah daerah.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Revitalisasi 7.800 Hektare Lahan Pertanian, Hutama Karya Fokus Perbaikan Irigasi di Aceh dan Bali
Hutama Karya Bangun Dapur Umum Program Makan Bergizi Gratis di Jambi, Target Selesai Oktober 2025
Hutama Karya Rampungkan Mega Proyek PLTU Jawa 9&10 Suralaya, Pasok Listrik hingga 15 Juta Rumah Tangga
Hutama Karya Dorong UMKM Naik Kelas Lewat INACRAFT 2025, Produk Ecoprint Jadi Primadona Pengunjung
RSUD Kota Bima Capai Tahapan Topping Off, Hutama Karya Terus Dorong Pembangunan Berkualitas