Pertamina Tegaskan Komitmen Transisi Energi Lewat Inovasi Produk Rendah Karbon

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Gedung Pertamina (Dok. Pertamina)
Gedung Pertamina (Dok. Pertamina)

“Teknologi SAF ini sepenuhnya dikembangkan oleh insinyur dalam negeri, membuktikan kapasitas Indonesia sebagai regional champion energi hijau,” tegas Oki.

Baca Juga: Bukit di Bali yang Tak Kalah Indah dari Pantai dan Lokasi Tepat Memburu Matahari Pagi atau Sore

Di sektor bahan bakar diesel, Pertamina juga terus memimpin inovasi melalui penerapan B40, yakni program biodiesel dengan campuran 40% bahan nabati, yang saat ini merupakan tingkat tertinggi di dunia.

“Program Biodiesel B40 Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, sehingga Indonesia dapat sepenuhnya mandiri dalam pemenuhan kebutuhan solar domestik,” tambah Oki.

Selain itu, Pertamina turut mengembangkan Renewable Diesel (RD), bahan bakar nabati hasil hidrogenasi minyak sawit.

Baca Juga: Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA Sederajat Sedang Dibuka PT MUM, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Produk ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan biodiesel konvensional, seperti stabilitas oksidasi yang lebih baik, tidak mudah menyerap air, serta efisiensi pembakaran yang lebih optimal.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Pertamina menegaskan posisinya sebagai motor penggerak transisi energi nasional, sekaligus membuktikan peran penting BUMN energi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini