Menurutnya, CLSR tidak hanya menjadi panduan keselamatan bagi pekerja, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap masyarakat di sekitar area operasi dari potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu yang terkait kegiatan operasi hulu migas.
Baca Juga: Hingga September, KAI Services Serap 26.702 Tenaga Kerja
Dharma mengapresiasi narasumber dan tamu undangan atas dukungannya selama ini. Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab PPU yang berkenan memfasilitasi tempat FGD ini.
“Apresiasi juga kepada Kepala KSOP Balikpapan yang telah menginspirasi terselenggaranya FGD ini sebagai tindak lanjut kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan pada 11 September lalu,” ujar Dharma.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, yang diwakili staf Departemen Operasi Burhanudin, mengapresiasi PHKT atas terselenggaranya FGD ini.
Baca Juga: Menikmati Suasana Asri di Taman Cattleya, Ruang Hijau Favorit Warga Jakarta Barat
“Keselamatan merupakan faktor kunci dalam operasional PHKT. Kelancaran operasi PHKT Penajam Supply Base sangat didukung oleh keberadaan forum komunikasi atau sosialisasi dengan para pemangku kepentingan melalui FGD seperti ini untuk secara bersama-sama menumbuhkan budaya keselamatan,” terang Burhanudin.
Kegiatan yang melibatkan operasi PHKT Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS), khususnya Penajam Supply Base (PSB) merupakan bagian dari upaya sosialisasi keselamatan hulu migas yang sudah berjalan selama ini dan telah menunjukkan hasil positif.
Data Incident Rate atau IR sektor hulu migas menurun dari rate 0,55 pada tahun 2020 menjadi 0,11 di tahun 2024. Angka kecelakaan kerja pun menurun di tahun 2024 dibandingkan tahun 2023.
Baca Juga: Telkom Akses Perkuat Sistem Kerja dengan Integrasi AI di Berbagai Lini Bisnis
Dalam FGD kali ini, Superintendent Operation HSSE Lawe-Lawe Terminal, Ramona Ginting, menyampaikan materi tentang pentingnya penerapan disiplin dalam keselamatan operasi hulu migas sekaligus perlindungan terhadap masyarakat yang beraktivitas di sekitar area PSB.
“Di PHKT, kami menerapkan praktik-praktik keselamatan terbaik di industri hulu migas nasional dan global sebagai landasan untuk membangun budaya selamat dalam mendukung keberlanjutan produksi migas Perusahaan,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
PHKT Tingkatkan Kepedulian di Bulan Ramadan Lewat Program BDI Sedekah Dhuafa
Tiga Sumur Migas Lepas Pantai Diselesaikan dalam 82 Hari, PHKT Tunjukkan Efisiensi Tanpa Kompromi
Selamat, Cepat, Andal: PHKT Selesaikan Proyek Subsea di Kalimantan Timur
PHKT Ajak Wartawan Sambangi Rig Lepas Pantai, Perkenalkan Langsung Dunia Hulu Migas Lewat BASO IGA PHI Edisi Khusus
PHKT Bersinergi dengan PPU, Dorong Kepemimpinan Transformasional ASN