Muktiali Harahap, Humas Khusus PLG Minas, menjelaskan bahwa PLG menjadi tempat evakuasi bagi gajah-gajah yang sebelumnya berkonflik dengan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Ingin Belajar HRD Langsung di BUMN? Kimia Farma Punya Program Magang Menarik!
“Tujuannya, agar mengurangi tingkat konflik antara gajah dengan manusia.
"Kemudian di fasilitas ini, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gajah dapat hidup berdampingan dengan manusia,” ujarnya.
Dukungan Pertamina terhadap konservasi ini juga mencakup penyediaan GPS Collar, alat pelacak yang dipasangkan pada tubuh gajah untuk memantau pergerakan mereka di kawasan Tahura—habitat asli gajah liar.
Baca Juga: PTPN IV Regional III Gelar Bershalawat, Eratkan Ikatan Spiritual dan Sosial di Air Molek
Melalui alat ini, posisi gajah dapat terdeteksi secara real-time, sehingga tim dapat segera melakukan mitigasi jika gajah mendekati permukiman warga.
Selain itu, gajah di bawah pemantauan PLG juga mendapatkan nutrisi, suplemen, dan perawatan kesehatan secara berkala.
Muktiali menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pertamina yang dinilai berkontribusi besar dalam menekan konflik antara gajah dan masyarakat.
Baca Juga: PDC Terima Penghargaan dari Bapenda Indramayu atas Kepatuhan Pajak Tahun 2024
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menegaskan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati menjadi salah satu fokus utama Pertamina dalam aspek lingkungan (environment) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-15, yaitu Life on Land atau Kehidupan di Darat, yang menekankan pentingnya perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan ekosistem darat secara berkelanjutan, termasuk perlindungan terhadap spesies yang terancam punah.
“Pertamina meyakini, keanekaragaman hayati akan menjaga keseimbangan alam, untuk turut menjaga keberlanjutan hingga masa mendatang,” ujar Fadjar.
Baca Juga: PLN Rayakan Hari Listrik Nasional ke-80 dengan Diskon Tambah Daya hingga 50%
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Pertamina dan PHR membuktikan komitmennya tidak hanya dalam menjaga produksi energi nasional, tetapi juga dalam melindungi warisan alam Indonesia demi keberlanjutan generasi mendatang.***
Artikel Terkait
Diserahkan Pertamina Hulu Rokan, BUMD Sumatera Selatan Terima Hak PI 10% dari PHE Ogan Komering
Pertamina Hulu Rokan Kembali Buka Program Magang Kerja Selama 6 Bulan, Pendaftaran Terakhir 8 Desember 2024
Bersiaplah untuk Magang Kerja Batch 6 di Pertamina Hulu Rokan: Raih Pengalaman Berharga dan Benefit Lainnya
Pertamina Hulu Rokan Tekan Pengangguran Lewat Program Vokasi
Menjaga Jejak Lutung Kokah: Komitmen Pertamina Hulu Rokan untuk Konservasi Primata Sumatra