Keberhasilan Bio Farma ini kini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota DCVMN untuk memperkuat kapasitas riset, pengembangan, dan produksi vaksin berdaya saing global, guna mewujudkan kemandirian vaksin dan ketahanan kesehatan di negara-negara berkembang.
Dengan kapasitas produksi lebih dari 3,5 miliar dosis per tahun, Bio Farma memasok vaksin untuk lebih dari 150 negara dan memegang sertifikasi WHO Prequalification untuk 12 jenis vaksin.
Baca Juga: 5 Negara di ASEAN untuk Liburan Hemat Budget, Terkenal Murah dan Indah
Sebagai Center of Excellence untuk Organisasi Kerja Sama Islam di bidang pengembangan, produksi, dan distribusi vaksin, Bio Farma terus memperkuat peran strategis Indonesia dalam lanskap kesehatan global.
Pelaksanaan 26th DCVMN AGM di Bali pada 29 – 31 Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan kembali perannya dalam diplomasi kesehatan global.
Melalui forum ini, Bio Farma berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan kemandirian vaksin dunia, demi mewujudkan ekosistem kesehatan global yang lebih tangguh dan berkeadilan.***
Artikel Terkait
Lowongan Staf Muda Formulasi Vaksin di Bio Farma, Yuk Coba Kesempatan Ini!
Bio Farma Kembali Ukir Prestasi, Raih Primaniyarta Lifetime Achievement sebagai Pengakuan Kontribusi Global
Bio Farma dan Hermina Hospitals Perkuat Layanan Diagnostik Kanker Berbasis Radiofarmaka
Gelar 26th DCVMN AGM 2025, Bio Farma Wujudkan Komitmen terhadap Ketahanan Kesehatan Dunia
Bio Farma dan POLTEKKES Kemenkes RI Jalin Kolaborasi Kembangkan Science Techno Park