Perkuat Transformasi, PTPN IV PalmCo Perluas Pemanfaatan PalmCo Business Cockpit

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 11:00 WIB
PTPN IV PalmCo memperkuat langkah transformasinya dengan memperluas penerapan PalmCo Business Cockpit (PBC) di seluruh unit kerja. (Dok. PTPN IV PalmCo)
PTPN IV PalmCo memperkuat langkah transformasinya dengan memperluas penerapan PalmCo Business Cockpit (PBC) di seluruh unit kerja. (Dok. PTPN IV PalmCo)

PBC dirancang sebagai platform terpadu yang menyajikan data bisnis secara real-time dan akurat dengan tiga pilar utama: integritas data, analisis visual, dan management review.

Ketiganya menjadi fondasi dalam mendorong efisiensi dan ketepatan pengambilan keputusan.

Baca Juga: Penting untuk Kemandiriannya, Sebelum Traveling, Ajarkan Anak Mengepak Baju dan Keperluannya Sendiri

Sebelum hadirnya PBC, data perusahaan tersebar dan belum terintegrasi dengan baik.

Sebagian besar laporan masih dalam bentuk tabel konvensional yang sulit dianalisis, sehingga menghambat proses evaluasi dan penyusunan keputusan strategis.

Sejak diluncurkan pada 2 Desember 2024, bertepatan dengan satu tahun berdirinya PalmCo, PBC menjadi game changer dalam sistem tata kelola perusahaan perkebunan negara.

Baca Juga: Telkom dan UMY Bersinergi Cetak 113 Ribu Talenta AI untuk Masa Depan Indonesia

Dukungan dari Kementerian BUMN dan Holding Perkebunan Nusantara memperkuat peran platform ini dalam peta besar transformasi digital sektor agribisnis BUMN.

PalmCo menyadari bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan SDM.

Karena itu, PTPN IV Regional III bersama Divisi Pengembangan Sumber Daya Bisnis (DPSB) menjalankan program rotasi staf BOD-3 sebagai Analyst PBC setiap tiga bulan untuk memperkuat kompetensi dan mencetak talenta digital internal.

Baca Juga: Sampurasun! Livin’ Fest Bandung 2025 Resmi Dibuka, Bank Mandiri Wujudkan Sinergi untuk Majukan Ekonomi Nasional

Selain itu, PalmCo juga menggelar forum strategis Board of Regional Management (BRM) di Medan pada Juli 2025 dan program Train The Trainer di Jakarta pada September 2025, yang melibatkan DPSB, Divisi Teknologi Informasi & Sistem (DTIS), serta Divisi Operasional.

Keunggulan PBC pun mulai diakui secara luas.

Sistem ini menjadi rujukan bagi berbagai lembaga, di antaranya Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, PT WIKA Beton Tbk, DTO PTPN Holding, serta sejumlah universitas ternama seperti UI, IPB, UGM, BINUS, dan INSTIPER.

Pengakuan ini menegaskan posisi PBC sebagai praktik terbaik (best practice) dalam transformasi digital sektor perkebunan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini