Bio Farma dan DCVMN Perkuat Kolaborasi Global untuk Standar Kesehatan Dunia

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Bio Farma dan DCVMN memperkuat kolaborasi global lewat 26th DCVMN AGM di Bali, mendorong inovasi dan kemandirian vaksin negara berkembang untuk kesehatan dunia. (Dok. Bio Farma)
Bio Farma dan DCVMN memperkuat kolaborasi global lewat 26th DCVMN AGM di Bali, mendorong inovasi dan kemandirian vaksin negara berkembang untuk kesehatan dunia. (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN – Dalam upaya memperkuat perannya di kancah industri vaksin global, PT Bio Farma (Persero) terus menegaskan komitmennya melalui partisipasi aktif dalam jaringan internasional Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN).

Tahun ini menjadi momentum penting bagi Bio Farma karena selain menjadi co-host penyelenggaraan 26th DCVMN Annual General Meeting (AGM) yang akan berlangsung di Bali pada 29–31 Oktober 2025, perusahaan juga terlibat aktif di berbagai kelompok kerja ahli (expert working groups) DCVMN.

Sejak didirikan pada tahun 2000, DCVMN menjadi wadah strategis bagi negara berkembang untuk memperkuat kemandirian vaksin melalui empat pilar utama: advokasi, pelatihan, kemitraan, dan jejaring.

Baca Juga: PLN Gandeng J&F Brasil Kembangkan PLTA, Disaksikan Langsung Dua Presiden

Pilar advokasi berperan sebagai suara kolektif produsen vaksin di forum global seperti WHO, Gavi, CEPI, UNICEF, Gates Foundation, PATH, dan lembaga pendanaan lainnya guna memperjuangkan akses vaksin yang merata bagi semua masyarakat dunia.

Dalam pelatihan, DCVMN mendorong peningkatan kapasitas teknis dan manajerial anggotanya lewat program e-learning, workshop, serta pelatihan berbasis teknologi.

Adapun kemitraan menjadi fokus penting dalam memperkuat transfer teknologi, kolaborasi riset, dan pendanaan berkelanjutan bagi pengembangan vaksin global.

Baca Juga: SIG Dukung Pembangunan Tol Serang–Panimbang dengan Pasokan 98.000 Ton Semen

Salah satu program unggulan DCVMN adalah pembentukan expert working groups yang menjadi forum lintas negara untuk merumuskan solusi teknis, berbagi praktik terbaik, serta menyusun rekomendasi kebijakan di bidang pengujian mutu vaksin, rantai pasok, regulasi, pharmacovigilance, dan keberlanjutan industri.

Melalui kelompok ini, para ahli berperan penting dalam memperkuat standar global manufaktur vaksin agar proses produksinya aman, efisien, dan sesuai praktik terbaik internasional.

Selain itu, forum ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan standardisasi proses untuk memperkuat kapasitas produksi vaksin di negara berkembang.

Baca Juga: Gigi Dewasa Tumbuh, Tips Ampuh Atasi Sakit Gigi Akut sebelum ke Dokter

CEO DCVMN, Rajinder Suri, mengungkapkan bahwa hingga tahun ini telah tercatat lebih dari 115 kolaborasi antaranggota DCVMN selama periode 2021–2025, termasuk 41 kerja sama Selatan–Selatan.

“Melalui working groups, perspektif produsen vaksin di negara berkembang diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berfokus pada kebijakan dan peningkatan kapasitas praktis,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini