"Dan yang paling menggembirakan, pendapatan perekonomian petani meningkat lebih dari 40%.
"Jadi kami sangat bersyukur Pertamina hadir melalui program Desa Energi Berdikari ini,” tutur Khoirul dengan senyum lebar.
Salah satu faktor penting di balik kemajuan ini adalah inovasi dari Finalis Pertamuda 2024, ajang kompetisi inovasi energi bagi mahasiswa yang diinisiasi oleh Pertamina.
Haikal dan timnya memperkenalkan solusi cerdas untuk mengatasi kekeringan dengan teknologi ramah lingkungan.
Baca Juga: TASPEN Raih Rekor MURI dalam Aksi Gebyar Layanan Publik Nonstop 80 Jam
Inovasi mereka kemudian diimplementasikan secara nyata melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina.
Solusi tersebut berupa sistem irigasi pintar berbasis Internet of Things (IoT) bernama “Adosistering” — singkatan dari Adopsi Sistem Irigasi Tetes Berbasis IoT dan Embung Tadah Hujan sebagai Solusi Pengairan Lahan Kering.
Melalui sistem ini, petani dapat mengatur aliran air secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman dan kelembapan tanah, langsung dari gawai mereka.
Baca Juga: Fakta Menarik Slow Bar, Tren Baru Menghidangkan Segelas Kopi dengan Konsep Lebih Lambat dan Personal
“Alat ini kami rancang sesuai dengan kebutuhan pertanian di Indonesia.
"Teknologi ini juga mampu membantu proses pemupukan otomatis yang lebih efisien.
"Semua dijalankan dengan energi baru terbarukan tenaga solar panel yang ramah lingkungan dan hemat biaya,” jelas Haikal.
Kini, energi bersih dan kearifan lokal berpadu harmonis di Sobokerto.
Artikel Terkait
Jurus Pertamina Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Dorong UMKM Naik Kelas
Pertamina NRE Terapkan Teknologi AI NOVA untuk Efisiensi dan Mitigasi Risiko Operasional
Mendunia Bersama Inovasi, Pertamina Drilling Tampil di NAPEC 2025
Hari Listrik Nasional ke-80 Jadi Momentum Pertamina Perluas Desa Energi Berdikari
Pertamina Drilling Gelar Tes Urin Mendadak, Seluruh Pekerja Negatif Narkoba